Kupang, VoxNTT.com – Langkah Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang resmi menerbitkan Surat Edaran untuk membatasi jam kegiatan hiburan malam di wilayah Kota Kupang mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, Fransisco B. Bessi menilai kebijakan ini merupakan terobosan baru yang layak untuk didukung demi kenyamanan masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah yang diambil oleh Wali Kota Kupang, karena menurut saya ini efek jangka panjangnya akan sangat bagus untuk masyarakat Kota Kupang,” ujar Fransisco kepada VoxNtt.com, Senin malam, 30 September 2025.
Penyiar kondang asal Kota Kupang itu menilai, pembatasan waktu kegiatan malam bagi warga akan berdampak positif terhadap citra dan kualitas kehidupan masyarakat kota.
“Kami PSMTI mendukung penuh. Ini langkah yang bagus dan layak didukung,” katanya.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya telah menandatangani Surat Edaran yang mengatur batas waktu kegiatan malam, terutama yang menggunakan musik dan pengeras suara.
Dalam surat tersebut, ditetapkan bahwa kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, ulang tahun, dan acara serupa tetap diperbolehkan hingga pukul 00.00 WITA. Namun, seluruh aktivitas musik atau penggunaan pengeras suara harus dikecilkan paling lambat pukul 22.00 WITA.
Christian menjelaskan, kebijakan ini merupakan respons atas banyaknya keluhan dari masyarakat terkait pesta dan hiburan malam yang berlangsung hingga larut dan menimbulkan gangguan.
“Banyak warga menyampaikan keluhan kepada saya. Ada yang orang tuanya sakit dan terganggu musik keras sampai larut malam. Ada pula yang pulang dalam keadaan mabuk, memicu kecelakaan lalu lintas dan perkelahian yang bisa melibatkan banyak orang. Karena itu, saya menandatangani surat edaran ini sebagai tindak lanjut masukan masyarakat,” tegas Christian pada Senin, 29 September 2025.
Surat edaran tersebut telah didistribusikan ke seluruh lurah dan camat di Kota Kupang, serta menjadi dasar hukum bagi aparat kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan penertiban di lapangan.
“Dengan aturan ini, polisi dan Satpol PP dapat bertindak tegas apabila ada pelanggaran,” ujarnya.
Christian juga mengajak seluruh warga untuk mendukung kebijakan ini demi menjaga ketenangan dan kenyamanan bersama.
“Mari kita jaga Kota Kupang tetap aman dan tenang. Musik cukup sampai jam 10 malam, tetapi acara silakan dilanjutkan hingga tengah malam tanpa mengganggu lingkungan,” pesannya.
Christian kembali menegaskan, pembatasan ini bukanlah larangan total, melainkan bentuk perlindungan terhadap warga dari dampak negatif kebisingan.
“Kegiatan sampe jam 12 boleh tapi musik keras hanya sampe jam 10 saja, karena banyak yang punya bayi, anak sekolah, orang tua yang mungkin lagi sakit, atau bapa mama yang harus bangun pagi untuk bekerja dan mengantar anak sekolah,” tegasnya.
Penulis: Ronis Natom

