Ruteng, VoxNTT.com – Kecamatan Reok Barat diproyeksikan menjadi lumbung pangan baru bagi Kabupaten Manggarai dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan. Hal ini seiring dengan rencana pembangunan Bendungan Wae Ruwuk yang akan mengairi sekitar 300 hektare lahan potensial di kawasan Singkul, Desa Nggalak.
Dari total 400 hektare lahan yang tersedia, saat ini sekitar 90 hektare sudah berfungsi sebagai lahan persawahan. Namun, pengelolaannya masih terbatas sebagai sawah tadah hujan dan hanya bisa ditanami sekali dalam setahun.
“Selama ini, 90 hektare lahan itu sudah dikerjakan, hanya satu kali setahun atau sawah tadah hujan. Semoga ke depan, dengan adanya bendungan Wae Ruwuk, ada peningkatan produktivitas jumlah musim tanam hingga dua sampai tiga kali setahun,” jelas Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Erick Gual, kepada wartawan, Sabtu 4 Oktober 2025.
Menurut Erick, pembangunan bendungan ini juga merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan ekonomi baru, yang mencakup penambahan luasan lahan persawahan menjadi 300 hektare.
“Kita optimistis, Reok Barat akan jadi lumbung pangan baru di Manggarai ke depan,” katanya.
Bendungan Wae Ruwuk dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini oleh BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Pengerjaannya akan dilakukan bersamaan dengan lima paket proyek irigasi lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai.
Pembangunan bendungan tersebut didanai melalui Dana Instruksi Presiden (Inpres) tahap II, yang sebelumnya diusulkan oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, pada akhir Mei 2025 lalu. Dalam usulan tersebut, pagu anggaran yang diajukan sebesar Rp25.050.083.000,00 dan telah disetujui dalam alokasi dana Inpres tahap II.
Erick menjelaskan, dalam proses pengusulan proyek ini terdapat sejumlah dokumen teknis yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Kita harus siapkan dokumen perencanaan teknis seperti dokumen studi kelayakan (FS), Survei Investigasi Desain (SID), desain teknis (DED) dan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah disiapkan pemerintah kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR,” tutupnya.
Kontributor: Isno Baco

