Oelamasi, VoxNTT.com – Polsek Amarasi Timur, Polres Kupang, menggelar operasi pasar murah bagi warga Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polres Kupang dan Bulog Cabang Kupang dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras.
Pasar murah tersebut berlokasi di Pasar Siuf, Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang.
Kapolsek Amarasi Timur, Fransiskus Lanto, menjelaskan bahwa beras dengan merek SPHP yang dijual di lokasi kegiatan didistribusikan langsung dari Polres Kupang.
“Beras diantar dari Polres Kupang menuju Mako Polsek Amarasi pada hari Selasa tanggal 21 Oktober 2025 pukul 23.00 Wita oleh Bhabinkamtibmas Desa Oebesi Aipda Gurden Baok,” jelasnya.
Menurut Fransiskus, beras murah yang disiapkan Bulog Cabang Kupang dijual dengan harga Rp60.000 per 5 kilogram.
“Beras murah yang disiapkan oleh Bulog Cabang Kupang dengan merk SPHP dengan harga NET Rp 60.000/5 Kg. Total stok beras yang didistribusi ke Polsek Amarasi Timur untuk dijual kepada masyarakat Kecamatan Amarasi Timur sebanyak 600 sak dengan kemasan 5 (lima) kg dengan total 3.000 Kg,” katanya.
Ia merinci bahwa seluruh stok beras tersebut terjual habis dalam kegiatan pasar murah di Pasar Siuf.
“Total stok beras yang terjual di pasar Siuf kepada masyarakat Kecamatan Amarasi Timur sebanyak 600 sak dengan kemasan 5 kg dengan total 3.000 Kg dengan jumlah nominal Rp 36 juta,” ujar Fransiskus.
Kapolsek Fransiskus menegaskan, gerakan pangan murah ini merupakan salah satu program prioritas Polri untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya harga kebutuhan pokok.
“Melihat minat masyarakat membeli beras begitu besar, harapannya agar pemerintah menjadikan ini sebagai acuan untuk menstabilkan harga beras. Ada begitu banyak warga kurang mampu yang hanya bisa beli cuman 5 kg. Mereka merasa bersyukur,” tutur dia.
Ia juga berharap kegiatan tersebut memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
“Saya yang sebelumnya sangat awam untuk berdagang akhirnya merasa tergerak hati. Walaupun itu bukan semestinya tugas saya, namun saya mampu membuat warga saya tersenyum dengan apa yang kami lakukan,” tukasnya.
Penulis: Ronis Natom

