Ruteng, VoxNTT.com – Musyawarah Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang melibatkan empat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Flores digelar di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, Senin, 3 November 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Propinsi NTT, Refafi Gah dan diikuti oleh utusan pengurus DPC dari empat Kabupaten di Flores.
Pengurus DPC empat kabupaten itu masing-masing DPC Kabupaten Ngada, DPC Kabupaten Manggarai Timur, DPC Kabupaten Manggarai Barat dan tuan rumah DPC Kabupaten Manggarai.
Hadir pula Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, Bupati Manggarai Barat, Edi Endi dan Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu.
Ketua DPC Kabupaten Manggarai, Sheline Lana, Kabag Ops Polres Manggarai, AKP Ricky Dallis bersama rekan-rekan KPU dan Bawaslu serta pimpinan partai di Manggarai juga hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Manggarai Convention Center (MCC) itu.
Acara dimulai dengan tarian adat “tiba meka” (terima tamu) dan dilanjutkan dengan “kepok”, ritual adat Manggarai untuk menyapa tamu.
Muscab ke IV Partai Hanura ini merupakan forum politik tertinggi atau ajang demokratis di tingkat cabang untuk memilih ketua sekaligus kepengurusan baru yang akan menjabat lima tahun ke depan.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Refafi Gah dalam sambutannya mengatakan, ia hadir di Manggarai dengan penuh sukacita karena Partai Hanura berorientasi pada Ketuhanan Yang Maha Esa yang mencakup etika, moral, kejujuran serta keyakinan dalam tubuh partai.
Karena itu ia berharap para calon-calon ketua dan pengurus baru dapat mencerminkan etika dan moral untuk menahkodai Hanura ke periode-periode berikutnya.
Muscab ini, kata Refafi, bukan sekadar agenda organisasi tetapi sebuah politik yang menentukan arah perjuangan Hanura di empat Kabupaten sekaligus sebuah momentum penting yang memiliki makna strategis dan bentuk tanggung jawab organisasi.
“Kita bersyukur kepada tuhan yang maha esa karena dipertemukan di tempat ini dengan sebuah makna yang penting akan lahirnya ketua dan pengurus baru yang memiliki arah perjuangan,” kata Refafi.
Lebih lanjut Refafi menegaskan, saat ini Partai Hanura sedang dalam fase konsolidasi, pembenahan struktur partai dari pusat hingga ke level terendah tingkat ranting.
Menurutnya, langkah ini tidak sekedar perbaikan, tetapi perombakan fundamental agar Hanura bisa lolos kembali ke Senayan pada tahun 2029.
“Hanura harus gesit, hanura harus responsif, hanura harus peka terhadap setiap perubahan karena mulai dari pengurus DPD, DPC hingga tingkat ranting adalah petugas ideologis yang dididik untuk menyerahkan dirinya secara totalitas kepada misi politik partai,” tegas Refafi.
Ia pun meyakini, dengan konsolidasi Muscab empat Kabupaten dan tanggung jawab para petugas ideologis, Partai Hanura akan kembali lolos menjadi peserta pemilu di Senayan tahun 2029.
Pada kesempatan tersebut, Refafi juga menekankan sebagai organisasi progresif, Partai Hanura harus menjadi Partai yang sehat secara ide, bersih secara moral dan solid secara struktur.
Karena itu, ia berharap Partai Hanura harus bersatu dan jangan menekan, melainkan memberi ruang hidup demi berkembangnya politik partai.
“Partai itu harus dijaga supaya jangan ada penyakit yang merusak sitem ini dan kita juga butuh pemimpin Hanura yang dapat melindungi kader dari perpecahan internal,” tegas Refafi.
Momen Muscab kali ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang dapat mengayomi semua kader dalam rumah Hanura, bukan menciptakan budaya saling sikut atau saling sabotase.
“Kiranya pemimpin yang terpilih mampu memenangkan gagasan dan mampu menjadi rumah yang menumbuhkan gagasan dan akal politik yang baik,” ujar Refafi.
Kembali ia meyakini dengan terpilihnya ketua dan pengurus baru akan ada sebuah terobosan yang mampu mengangkat popularitas partai menuju Senayan tahun 2029.
Untuk menjawab keyakinan itu ia meminta seluruh kader bekerja keras memenangkan partai dan membesarkan partai sampai ke tingkat akar rumput.
“Saya sudah meyakini bahwa kita akan hadir kembali di Senayan tahun 2029. Jawablah keyakinan itu dengan kerja keras,” pungkasnya.
Penulis: Berto Davids

