Ruteng, VoxNTT.com – Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran Instruksi Presiden (Inpres) senilai Rp30 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program Inpres ini bertujuan mempercepat penyediaan infrastruktur irigasi yang andal guna meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung kedaulatan pangan nasional.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Wilfridus E. Turut, menjelaskan bahwa program Inpres tahap pertama tahun 2025 difokuskan pada peningkatan dan rehabilitasi daerah irigasi Wae Cecu di Kecamatan Satarmese.
“Kegiatan itu merupakan program langsung dari BBWS Nusa Tenggara II. Sebab Wae Cecu merupakan kewenangannya,” ujar Turut, Sabtu, 8 November 2025.
Sementara itu, Dana Inpres tahap kedua diajukan berdasarkan usulan Bupati Manggarai melalui surat bernomor PUPR.600.650/237/V/2025 tertanggal 25 Mei 2025.
“Semua program Inpres ini dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional,” kata Turut melalui keterangannya kepada wartawan.
Menurutnya, seluruh usulan Kabupaten Manggarai telah diterima oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI.
“Inpres tahap dua dengan total anggaran untuk 6 irigasi senilai 30 miliar,” terangnya.
Lebih lanjut, Turut menjelaskan bahwa rehabilitasi irigasi Wae Cecu di Kecamatan Satarmese dikerjakan oleh CV. Yola Dana Tama dengan pagu anggaran sebesar Rp16.883.255.000. Dana tersebut bersumber dari Inpres 2025 melalui APBN.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah fokus melaksanakan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Terpisah, salah satu warga Satarmese, Antonius, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menetapkan wilayah Satarmese sebagai salah satu penerima alokasi dana Inpres 2025.
Bagi Antonius, keputusan tersebut sangat tepat karena Satarmese dikenal sebagai lumbung padi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberadaan irigasi Wae Cecu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Irigasi Wae Cecu merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat petani di Satarmese. Perbaikan atau rehabilitasi irigasi ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai, keberadaan irigasi tersebut akan sangat membantu dalam mengatasi ketersediaan air untuk ribuan hektare sawah di wilayah Satarmese.
Penulis: Berto Davids

