Ruteng, VoxNTT.com – Pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan periodik Jalan Simpang Paka–Langgo di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dikerjakan asal jadi. Pekerjaan lapis penetrasi (lapen) pada ruas jalan tersebut mulai rusak meski baru selesai dikerjakan lima hari lalu.
Kerusakan itu dikeluhkan warga Desa Golo Muntas, Alosius Jenudin. Ia menilai kualitas pekerjaan tidak sesuai standar karena mudah rusak dan bisa dicungkil dengan jari tangan.
“Pekerjaan ini tidak memuaskan bagi saya karena kualitas tidak bagus. Pekerjaan ni tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Alosius kepada VoxNtt.com, Minggu, 16 November 2025.
Ia meminta kontraktor pelaksana memperbaiki kembali pekerjaan tersebut. Proyek bernama paket Rehabilitasi/Pemeliharaan Periodik Jalan Simpang Paka-Lando itu dikerjakan CV Wae Nunang dengan nilai kontrak Rp1.490.006.200.
“Berharap pihak Dinas PUPR Manggarai, untuk segera turun lokasi agar mengecek kondisi lapen tersebut,” desaknya.
Alosius juga mengaku mendapat intimidasi dari pengawas lapangan akibat protesnya. Ia menirukan ucapan pengawas yang menuduhnya melanggar ketentuan.
“Bapak Alosius kau itu melanggar pasal menghalangi pekerjaan, meski demikian pengawas lapangan itu tidak menjelaskan pasal nomor berapa yang dimaksud,” kata Alosius menirukan pengawas tersebut.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Citra menyatakan, pekerjaan tersebut sudah diselesaikan.
Ia membantah kerusakan terjadi karena kualitas buruk.
“Masyarakat yang bongkar sudah minta maaf Jumat kemarin dan sudah perbaiki yang rusak,” jawab Citra saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Minggu, 16 November 2025.
Citra juga mengklaim bahwa kerusakan bukan disebabkan mutu pekerjaan, melainkan karena adanya pembongkaran oleh warga setempat.
Kontributor: Isno Baco

