Ruteng, VoxNTT.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai berencana mengajukan pinjaman sebesar Rp100 miliar ke Bank NTT untuk mendukung pembangunan daerah pada tahun anggaran 2026.
Menanggapi rencana tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi NasDem, Ferdinandus Purnawan Naur menyatakan, pihaknya pada prinsipnya mendukung pinjaman daerah selama penggunaannya benar-benar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang mendesak.
“Prinsip dana pinjaman adalah bagaimana mendukung mempercepat pembangunan daerah 3 atau 4 tahun dilaksanakan dalam 1 tahun anggaran,” tegas Ferdi Naur, sapaan akrabnya, kepada VoxNtt.com, Rabu, 19 November 2025.
Ferdi menekankan, dana pinjaman itu harus dialokasikan untuk program dan kegiatan yang bersifat penting, mendesak, dan memberikan dampak langsung pada kehidupan ekonomi serta sosial masyarakat. Salah satu yang menjadi prioritas adalah perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak berada dalam kondisi rusak berat.
“Di mana jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat,” kata Ferdi.
Ia menambahkan, dana pinjaman tersebut harus difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan, seperti ruas jalan Lous–Beamese–Pagal di Kecamatan Cibal serta ruas jalan Runtu–Latung–Ngandong di Kecamatan Cibal Barat, yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan.
“Saya pikir kondisi infrastruktur ini mesti perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah, kalau pinjam daerah itu jadi karena memang kondisinya sudah rusak berat,” pungkasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paul Peos mengatakan, rencana pinjaman daerah tersebut telah dibahas dalam rapat paripurna internal DPRD.
“Sudah ada keputusan rapat namun belum bisa disampaikan ke publik saat ini karena blm disampaikan dalam sidang paripurna,” kata Paul Peos saat dihubungi VoxNtt.com terkait rencana pinjaman Rp100 miliar itu.
Kontributor: Isno Baco

