Ruteng, VoxNTT.com – Imam Keuskupan Ruteng, Romo Yohanes Samur, Pr, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif dan proses cuci darah akibat penyakit ginjal.
Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang pada Selasa, 18 November 2024, pukul 02.06 WIB.
Jenazah Romo yang akrab disapa Romo John itu kemudian dibawa ke Keuskupan Ruteng dan disemayamkan di Katedral Ruteng.
Setibanya jenazah di depan katedral pada Rabu, 19 November 2025 sore, keluarga tidak kuasa menahan tangis.
Misa penguburan dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, di Katedral Ruteng mulai pukul 09.00 Wita dan dipimpin oleh Mgr. Siprianus Hormat.
Usai misa requiem, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Unio di Kuwu. Prosesi pemakaman akan dipimpin oleh Ketua Unio Keuskupan Ruteng, Romo Jossy.
Sahabatnya, Romo Bernadus Palus, Pr mengenang Romo John sebagai pribadi humoris dengan khotbah yang menarik dan menyentuh hati umat.
“Tegas dan komitmen dalam pelayanan. Satu prinsip yang selalu dipakai Romo Jhon adalah segala sesuatu bisa dibentuk dan bisa diubah,” kata Pastor Paroki Kajong itu kepada VoxNtt.com, Kamis siang.
Ia juga menuturkan kepedulian Romo John terhadap pendidikan dan mereka yang kurang mampu.
Kehadiran Romo John di setiap lokus pelayanan, baik di sekolah maupun di paroki, selalu membuat perkembangan pelayanan berjalan cepat, dan ia dikenal sangat peduli terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Romo John sekolahkan mereka. Saya bersama Romo John selama dua tahun sebagai Frater top di Iteng. 2003–2005 merintis SMAK St Maria Iteng. Yang namanya urus lembaga pendidikan dia pertaruhkan banyak hal sampai juga pertaruhkan nyawanya,” tambah Romo Bernadus.
Dilansir Tribunflores.com, Romo John lahir di Loce, Manggarai, Flores Barat, pada 10 Juni 1964.
Ia menempuh pendidikan menengah di Seminari Pius XII Kisol, lalu melanjutkan studi Filsafat dan Teologi di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret serta STFTK Santo Paulus Ledalero.
Ia memasuki Tahun Orientasi Rohani (TOR) pada 1985 dan ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Ruteng pada 7 September 1994.
Selama lebih dari tiga dekade pelayanan, Romo John dikenal sebagai imam sederhana, tenang, dan dekat dengan umat.
Ia pernah berkarya di Paroki Santo Stefanus Iteng lebih dari 10 tahun, Paroki Sita di Manggarai Timur, serta SMA Katolik Santo Fransiskus Ruteng, tempat ia pernah dipercaya sebagai pimpinan sekolah. [VoN]

