Ruteng, VoxNTT.com – SD Inpres (SDI) Kusu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-31 dengan menyalurkan bantuan sosial kepada para peserta didik.
Kegiatan ini menjadi upaya sekolah untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat karakter sosial di lingkungan pendidikan.
Aksi sosial tersebut terwujud berkat kerja sama para guru melalui iuran kebutuhan pokok serta dukungan berupa sumbangan sukarela dari para siswa.
Kepala SDI Kusu, Rikardus Janggor mengatakan, sekolahnya tetap mengikuti program PGRI Kecamatan, termasuk memberikan bantuan kepada panti asuhan.
Namun, menurutnya, membantu siswa di sekolah sendiri juga merupakan langkah penting.
“Kadang kita bisa melihat kuman di seberang lautan, tetapi gajah di pelupuk mata tak tampak. Karena itu, pada peringatan tahun ini kami merasa perlu memberi perhatian langsung kepada anak-anak kami sendiri,” ujar Rikardus kepada VoxNtt.com pada Senin, 24 November 2025.
“Sedikit, tetapi sangat bernilai bagi mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.
Tahun ini, sekolah menyalurkan bantuan kepada lima orang siswa yang merupakan anak yatim piatu maupun yatim atau piatu.
Rikardus menjelaskan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat kekompakan para guru dan partisipasi siswa.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya ditujukan untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan jiwa sosial kepada seluruh peserta didik.
Menurut Rikardus, aksi sosial ini merupakan yang pertama kali diadakan di SDI Kusu dan akan dijadikan program tahunan.
“Kami berkomitmen agar kegiatan seperti ini menjadi rutinitas setiap tahun, dengan penerima manfaat yang bergantian,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari para orang tua dan siswa. Banyak yang merasa terharu dan berterima kasih karena sekolah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi para peserta didik yang membutuhkan.
Seluruh rangkaian peringatan HUT PGRI dan HGN di SDI Kusu berlangsung lancar dan mendapat apresiasi warga sekolah karena dinilai membawa dampak positif, baik bagi penerima bantuan maupun bagi pembentukan karakter sosial siswa. [VoN]

