Oleh: Yohanes Mau
Staf Guru di SMA Katolik St. Josef Freinademetz- Tambolaka, Sumba Barat Daya
Guru adalah kata yang tak lazim lagi terdengar di telinga masyarakat seluruh Indonesia. Guru itu seseorang yang mengabdikan seluruh totalitas dirinya demi kecerdasan anak bangsa di sekolah.
Dalam lagu Hymne Guru seluruh peserta didik dari Sabang sampai Merauke menyanyikannya sembari mengenang jasa mereka yang dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu.
Julukan ini benar dan menyadarkan setiap insan untuk hening sejenak mengungkapkan terima kasih kepada para guru yang tak pernah berhenti mengalirkan cinta dan kebijaksanaannya kepada anak- anak negeri.
Guru adalah kata indah yang kaya makna.
Yulianti, (2023:1) mengatakan bahwa kata guru sering diistilahkan dengan “digugu lan ditiru”. Istilah tersebut merupakan istilah yang muncul dari bahasa Jawa yang berarti guru adalah orang yang patut diikuti nasehatnya. Kata Digugu dan Ditiru ini bukan asal kata guru, ini hanya merupakan kepanjangan, yang dibuat untuk membuat arti kata guru mudah dimengerti.
Namun secara etimologi, kata guru ini berasal dari bahasa Indonesia yang berarti orang yang mengajar, pengajar, pendidik, dan ahli didik.
Sedangkan dalam bahasa Inggris, guru atau teacher merupakan kata benda yang berarti pengajar atau seorang ahli spiritual. Oleh karena itu, guru bermakna sebagai pemberi pengetahuan.
Guru juga dimaknai sebagai kata sifat yang berarti heavy atau berat. Dalam hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki pengetahuan yang berbobot.
Dalam bahasa Sansekerta guru berasal dari gabungan dua kata, yaitu Gu dan Ru. Gu memiliki arti tuntunan menuju dan Ru berarti cahaya.
Gabungan kedua kata itu akhirnya membentuk sebuah makna bahwa guru adalah seseorang yang memberikan tuntunan pada seseorang menuju cahaya.
Cahaya yang dimaksud di sini yakni ilmu pengetahuan. Membuat orang yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu.
Guru ini dianggap sebagai orang yang memiliki pengetahuan akan suatu hal dan memberikannya ke orang lain. Kemudian pengetahuan tersebut digunakan untuk menghempaskan kebodohan yang ada.
Pada dasarnya setiap manusia berawal dari kegelapan dan tidak memiliki pengetahuan. Kemudian manusia akan berkembang dan menempuh pendidikan yang diwakili oleh Gu hingga mereka memiliki pengetahuan atau juga disebut dengan Ru.
Oleh karena itu, kata guru disebut sebagai proses mengubah kegelapan menuju cahaya.
Guru bukanlah hanya sebatas kata yang gaungnya menggema di seluruh jagat Indonesia ini namun memiliki peran terpenting dalam peradaban hidup manusia.
Guru adalah cahaya pengetahuan yang terpancar dan menghalau gelap dunia hari ini. Tanpa cahaya pengetahuan guru, maka gelap dunia ini tak akan pernah berkurang sedikit pun.
Malam akan tetap menjadi malam walaupun panas matahari enggan pergi. Tanpa guru gelap dan luka akan selalu berjalan bersama dan tak akan pernah menemukan sembuh yang sesungguhnya.
Tanpa guru tidak ada presiden, menteri-menteri, gubernur, bupati, camat, DPR, dokter, TNI, POLRI, dan segala macam gelar profesi lainnya. Semuanya bisa demikian karena jasa guru.
Guru adalah terang cahaya pengetahuan yang menerangi dan menyembuhkan secara holistik. Lantas muncul pertanyaan, “Sudahkah negara memperhatikan nasib guru Indonesia dengan baik selama ini? Saya melihat guru masih diabaikan oleh negara. Mengapa saya berani mengatakan demikian?
Negara lebih serius memperhatikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggotanya daripada para guru. Gaji DPR melangit sedangkan gaji para guru apa adanya.
Bahkan para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi juga masih diberi beban 24 jam mengajar baru layak mendapat jatah gaji sertifikasi.
Banyak guru di Republik ini yang sudah mendapatkan sertifikasi guru tapi belum mendapatkan gaji karena karena kandas di jam mengajar.
Betapa teganya hati pengurus Republik ini. Saya melihat ini sebagai sandiwara yang dilakonkan secara turun- temurun dari Presiden pertama negara ini hingga sekarang.
Sampai kapankah para guru mendapatkan penghargaan yang layak? Cukupkah hanya dengan menggaungkan Hymne Guru pada setiap hari guru?
Ah, guru, nasibmu bukan selesai hari ini tapi pandanglah bahwa masih ada hari esok. Dan di sekolah anak-anak negeri setia menunggumu untuk bermimpi bersama demi menggapai esok yang masih penuh misteri.
Guru setia membimbing dan berjalan bersama mereka dengan cucuran keringat dan air mata, semangat yang tak kenal lelah di bawah terik matahari dan percikan hujan bila musimnya tiba.
Guru tak pernah mengeluh. Guru tetap bernama cinta di segala tawaran aneka tantangan, kesulitan yang datang silih berganti bersama musim dan waktu.
Selasa, 25 November 2025, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional yang ke- 80. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia mengusung tema Hari Guru Nasional Tahun 2025, “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”
Tema yang kontekstual dan menyapa realitas pendidikan Indonesia secara hari ini. Tanpa guru Indonesia tidak kuat seperti sekarang.
Untuk membuat Indonesia ini kuat dan semakin kuat lagi di tengah aneka kemajuan teknologi dan dunia digital dengan segala tawarannya yang memudahkan ini guru hebat tidak hanya lahir dari segala jaminan terbatas yang disajikan oleh negara selama ini.
Negara mesti memiliki hati yang besar, memperioritaskan guru dan pendidikan sebagai garda terdepan untuk mengubah dunia ini menjadi berkualitas lebih dari kemarin-kemarin yang telah lalu.
Kehebatan guru untuk menjadikan Indonesia kuat adalah terang cahaya pengetahuan dan kebijaksanaan yang dipancarkan bagi anak-anak negeri di segala waktu dan musim.
Guru sungguh menyadari bahwa profesi ini adalah panggilan hati untuk menata hati dan isi kepala anak-anak indonesia menjadi pribadi yang berkualitas secara intelektual, psikologi, sosial, dan spiritual.
Keempat elemen tersebut menolong manusia Indonesia untuk kuat menghadapi aneka badai kemajuan global yang tak tertahankan.
Maka pada peringatan hari Hari Guru Nasional ini mari mengetuk hati para pengurus negara untuk prihatin dengan nasib guru seluruh Indonesia.
Jangan hanya merayakan momen ini dengan ritual semata yang tak membekas tapi pandanglah jasa guru dan kalungilah mereka dengan penghargaan yang layak dan setimpal.
Happy Teacher’s Day to you all the teacher in whole Indonesia.

