Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Guru: Panggilan, Harapan Menjadi Setia dan Rendah Hati
Gagasan

Guru: Panggilan, Harapan Menjadi Setia dan Rendah Hati

By Redaksi25 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jefriana Ningsih
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Jefriana Ningsih, S. Pd, Gr
Pengampu guru mata pelajaran Biologi di SMA Katolik St. Josef Freinademetz.

Tak kusangka tapakan kaki ini bisa berlangkah hingga menyeberangi tiba di pulau ini. Langka awal itu sebagai penentu. Dari pulau Flores saya terpanggil sampai di pulau humba. Pulau yang sebelumnya tak tercatat dalam memori hidup saya. Pulau yang dikenal dengan seribu satu bukit, dihiasi padang nan indah serta ribuan kuda berkejaran di bukit padang rumput menuju lembah sungai yang teduh.

Langkah yang kian jauh ini adalah suatu panggilan hidup, dan saya memaknai panggilan ini sebagai suatu sajian berkat dari Tuhan. Betapa bahagia hati ini dan rasa syukur atas apa yang telah Tuhan gariskan di tangan ini untuk menjadi ciptaanNya yang berguna bagi orang lain melalui profesi sebagai guru. Panggilan hidup guru ini merupakan sebuah tanggung jawab. Panggilan hidup sebagai apa saja, semuanya rencana Tuhan untuk menata dunia ini menjadi indah dan tetap terlestarikan.

Panggilan hidup seseorang sebenarnya bukanlah takdir, tetapi itu adalah pilihan. Dan, saat ini saya telah memilih pilihan itu yakni menjadi seorang pendidik yang bukan hanya bertugas untuk mendidik dan mengajar, melainkan untuk membimbing dan membekali peserta didik dengan pengalaman, dengan pembelajaran yang diutarakan lewat pesan, motivasi dan memberikan hal-hal baik yang  harus disalurkan kepada mereka, sehingga mampu membuat peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki Karakter yang mantap.

Terkadang, dalam panggilan itu juga, saya sebagai pendidik merasa capek, lelah, dan tidak bersemangat, bukan karena malas; melainkan dalam diri merasa ada yang kurang dalam mendalami profesi yang ditekuni saat ini. Dan, mungkin masih ada rasa kurang percaya diri sehingga merasa semua hal yang diutarakan terasa tidak sesuai dengan ekspektasi yang diinginkan.

Selasa, 25 November 2025, Hari Guru Nasional ke- 80, saya berharap kiranya semua insan yang dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang banyak, baik itu petani, perawat, dokter maupun profesi-profesi lainnya, terlebih khusus untuk profesi Guru kelak dapat  menjadi pribadi yang mampu membagikan pengalaman dan pengetahuannya kepada orang lain, terlebih khusus  kepada peserta didik dan juga generasi muda sebagai bekal untuk masa depan mereka selanjutnya. Untuk menjadikan Indonesia yang kuat, guru harus hebat.

Harapan untuk para pendidik yang berbahagia hari ini, tetap menjadi motivator yang selalu memberikan motivasi yang baik tentang hal-hal yang positif bagi generasi penerus bangsa. Terus menjadi inspirator yang menginspirasi  generasi muda agar bisa menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter yang baik dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi akan apa yang dilakukan di hari esok dan selanjutnya.

Badai zaman selalu datang silih berganti tetapi saya akan tetap terus menjadi pendidik yang setia, selalu rendah hati bahagia walau terkadang terlintas di pikiran untuk menyerah.

Tetap semangat dan teruslah menjadi pewarta pengetahuan yang baik untuk peserta didik, dan juga mampu melahirkan benih yang baik dan berkualitas untuk generasi penerus bangsa ini.

Jefriana Ningsih SMA Katolik St. Josef Freinademetz
Previous ArticleGuru, Kata Indah Kaya Makna
Next Article Guru Mengalirkan Cinta dengan Tinta Hati

Related Posts

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Pastor Sumber Ajaran Moral, Jangan Bela Pelaku TPPO

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.