Ruteng, VoxNTT.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai dari Fraksi Demokrat, Lexy Armanjaya meminta Polres Manggarai segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ruteng.
Desakan ini muncul setelah selama satu minggu terakhir pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ruteng mengalami kelangkaan. Kondisi tersebut membuat harga bensin eceran di pinggir jalan melonjak hingga Rp50 ribu per liter.
“Saya sangat berharap agar pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan aparat berwenang (Polri dan TNI) dalam mengawasi penyaluran BBM di semua SPBU dan agen-agen swasta guna memastikan tidak ada penyelewengan, penimbunan, atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Lexy kepada VoxNtt.com, Rabu, 26 November 2025.
Ia menilai perlu adanya operasi pasar serta sidak rutin di SPBU maupun pengecer guna memantau ketersediaan stok dan menindak pihak yang melakukan pelanggaran.
Ia juga mengingatkan agar aparat TNI dan Polri tidak terlibat dalam praktik yang memperburuk situasi kelangkaan BBM.
Menurutnya, aparat justru harus menjadi pihak yang memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Lexy menyoroti kondisi masyarakat yang kesulitan memperoleh BBM. Banyak warga harus mengantre berjam-jam di SPBU namun tetap tidak mendapatkan BBM, sementara harga eceran di pinggir jalan melambung tinggi.
“Kenapa BBM yang di pinggir jalan bahkan dijual di depan SPBU masih bisa jual BBM? Ada yang lemah dalam pengawasan,” tanya Lexy.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lexy mengusulkan agar Pertamina atau pihak terkait menerapkan sistem barcode atau mekanisme lain untuk mendeteksi kendaraan yang diduga menimbun atau menjual kembali BBM.
Ia juga menekankan, kendaraan yang membeli BBM menggunakan jeriken wajib memiliki izin resmi. SPBU yang melayani kendaraan tanpa izin, kata Lexy, harus diberikan sanksi.
Lexy menambahkan, kendaraan berjeriken yang memiliki izin perlu diberikan ruang untuk melayani kebutuhan masyarakat desa yang jauh dari SPBU. Pasalnya, jumlah SPBU di Kabupaten Manggarai masih terbatas, sementara permintaan BBM datang dari berbagai wilayah, mulai dari kota hingga desa.
“Tetapi sekali lagi, TNI dan Polri yang ditugaskan untuk mengamankan pasokan BBM, tidak boleh mencari untung sendiri. Jika ada aparat yang demikian, harus ditindak tegas,” tegasnya.
Kontributor: Isno Baco

