Kupang, VoxNTT.com – Tim Cozy Comodo, peserta Green Leadership Indonesia Batch 5 wilayah NTT, menggelar aksi bersih pantai di Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, Rabu, 26 November 2025.
Kegiatan bertema “GROW to GLOW: Sampah Bersih, Lingkungan Pulih, Generasi Peduli” itu digelar untuk merespons meningkatnya timbunan sampah kota yang mencapai 100–200 ton per hari dan diperkirakan 30 persen mengalir ke wilayah pesisir.
Ketua Tim Cozy Comodo NTT, Ainun Azizah Tasmira mengatakan, persoalan sampah di Kota Kupang terus mengkhawatirkan.
“Sampah khususnya plastik dapat mencemari ekosistem laut, merusak terumbu karang, menimbulkan kematian biota laut, serta berpotensi masuk dalam rantai makanan manusia melalui mikroplastik,” ujar Ainun.
Ia menegaskan, aksi bersih pantai itu menjadi langkah kecil namun penting untuk menekan dampak pencemaran sekaligus membangun kesadaran generasi muda agar lebih peduli lingkungan. Inisiatif itu juga sejalan dengan misi Green Leadership Indonesia dalam mencetak pemimpin muda berorientasi ekologi.
Kegiatan Beach Clean-Up dilakukan secara kolaboratif bersama komunitas, UKM kampus, dan berbagai organisasi. Bentuk kegiatan meliputi aksi bersih pantai, pengumpulan, pemilahan, dan pendataan sampah, serta edukasi singkat tentang pentingnya pengurangan sampah plastik.
Ainun menjelaskan kegiatan ini bertujuan membersihkan pesisir dari tumpukan sampah, membangun kolaborasi antar komunitas, menguatkan jejaring pegiat lingkungan, serta meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah di tingkat individu dan komunitas.
Kegiatan itu juga diharapkan menjadi contoh bahwa kerja bersama dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
“Hasil sampah terkumpul, yakni anorganik: 80,93 kg dan residu 626,33 kg,” terang dia.
Hasil tersebut, menurut Ainun, menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi di kawasan pesisir dan perlunya aksi lanjutan yang lebih terencana.
Berbagai organisasi terlibat dalam kegiatan ini, seperti Institut Hijau Indonesia, Walhi, UKM Kesenian UMK, BEM-J PBSI UMK, UKM Olahraga UMK, HMI Kupang, IMM Kupang, Relawan Lazismu UMK, UKM Multikultural UMK, Gappwall Kupang, Ipmall Kupang, Hippmab Kupang, MEC UMK, WCDI NTT, LSM Pikul Kupang, dan Shalam Kupang.
“Kolaborasi lintas komunitas ini memperluas dampak keberlanjutan dan membuka peluang aksi lanjutan seperti edukasi lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, dan pengembangan inisiatif ekonomi sirkular,” kata Ainun.
Melalui kegiatan itu, sejumlah peserta dari komunitas yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam aksi lingkungan mulai menunjukkan minat untuk berpartisipasi lebih aktif. Kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun gerakan lingkungan yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan di Kota Kupang.
“Melalui aksi kecil ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi atas masalah sampah di Kupang,” ujar Ainun.
Ia berharap kegiatan Beach Clean-Up “GROW to GLOW” menjadi momentum penting bagi generasi muda NTT untuk terus bergerak menjaga lingkungan.
Aksi ini, kata dia, memperkuat kerja kolektif antar komunitas dalam menciptakan ruang hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
Kontributor: Lucianos Persli

