Kupang, VoxNTT.com – Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, yang selama ini dikenal sebagai kader Partai Demokrat, menjadi sorotan setelah tampak menggunakan atribut lengkap PDIP dan menghadiri Konfercab PDIP se-Daratan Flores di Ende.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT, Paskalis Angkur mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi dari DPC Demokrat Kabupaten Ende.
“Kewajiban kami meminta DPC Demorkat Kabupaten Ende untuk melaporkan serta memberikan penjelasan yang lengkap. Sehingga nanti kami bisa laporkan ke DPP,” kata Paskal kepada VoxNtt.com, Sabtu, 29 November 2025.
Ia menegaskan, keputusan terkait status Yoseph Badeoda sebagai kader Demokrat sepenuhnya berada di tangan DPP.
“DPP-lah yang memutuskan soal status yang bersangkutan. Kita tekankan soal etika, kita tahu dia adalah bupati yang adalah pembina politik di daerah. Kalau dia hadir sebagai kader partai meskinya dia menggunakan atribut Demokrat, tanpa harus menggunakan atribut PDIP yang mengundang,” jelasnya.
Kepala Badan OKK DPD Partai Demokrat NTT, Sebastian Edo mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Ketua DPC Ende.
“Ternyata beliau belum mengajukan surat pengunduran diri. Kalau begitu apakah dibenarkan kader partai lain diberikan status pengurus oleh partai lain? Kalau di Demokrat kami wajib verifikasi datanya. Ini ada bajak kader kita untuk kepentingan politik,” kata Edo.
Edo menegaskan, Demokrat menghormati hak individu para kadernya.
“Kami anggap beliau masih sebagai kader, Pak Yosep Badeoda harus bisa menjelaskan ke DPD. Secara disiplin organisasi kami tetap meminta klarifikasi,” katanya.
Edo menambahkan, apabila Yoseph Badeoda memang ingin berpindah ke PDIP, maka hal itu tetap harus mengikuti mekanisme partai.
“Kalau pamit yah ada mekanismenya. Kita menunggu informasi secara tertulis dari DPC. Kalau pakai baju warna saja tidak apa-apa yang soal adalah ada logo partai tertentu,” tukasnya.
Diketahui, foto Bupati Ende Yoseph B. Badeoda mengenakan baju PDIP beredar saat ia mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Ende bersama pengurus PDIP se-Daratan Flores.
Penulis: Ronis Natom

