Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan itu diumumkan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Jumat, 5 Desember 2025.
Gubernur Melki menjelaskan, setiap provinsi terdampak menerima Rp500 juta, disesuaikan dengan kemampuan fiskal NTT.
Ia menyebut bantuan ini merupakan wujud gotong royong dalam fase tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
“Bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat dalam tanggap darurat banjir, longsor, dan dampak ikutannya. Kami doakan korban meninggal diterima di sisi Yang Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan, dukungan NTT bukan sekadar nilai nominal, tetapi simbol kasih dan solidaritas dari Indonesia Timur.
“Ini hanya untuk meringankan beban korban di tiga provinsi itu. Pemerintah pusat juga telah turun, dan kami diminta untuk ikut menopang sesuai kemampuan daerah,” tegasnya.
Melki mengatakan, NTT dianjurkan mengirim bantuan dalam bentuk uang dan kebutuhan logistik, terutama bahan makanan sesuai kebutuhan pengungsi.
“Pemprov tidak mengirim personel ke lokasi bencana saat ini, karena kondisi lapangan masih sulit diakses dan belum memungkinkan,” ujarnya.
Menurut dia, jika situasi di daerah terdampak mulai membaik, NTT akan mendorong pengiriman personel pendukung kebencanaan, termasuk melalui kolaborasi antar-daerah.
Ajak Kabupaten/Kota di NTT Ikut Berdonasi
Selain menyalurkan bantuan, Gubernur Melki juga mengajak pemerintah kabupaten/kota yang memiliki kemampuan serupa untuk ikut memberikan dukungan melalui Rekening Penanggung Jawab Bencana Provinsi NTT atau langsung ke rekening pemerintah provinsi terdampak.
“Kami membuka jalur koordinasi bantuan melalui rekening Pemprov atau rekening provinsi terdampak. Silakan Pemda Kabupaten/Kota yang bisa mengulurkan tangan, ini momentum gotong-royong,” kata Melki.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di NTT menjelang akhir tahun.
Menurutnya, Pemprov NTT telah mengaktifkan tim respons bencana di seluruh kabupaten/kota, memetakan titik rawan banjir dan longsor lokal, menyiagakan langkah antisipasi cuaca ekstrem, serta memastikan sistem respons kedaruratan berjalan optimal.
“Kita juga harus waspada, jangan sampai bencana yang sama menimpa kita. Tim tanggap bencana sudah aktif, kita sudah mulai antisipasi, semuanya harus siap,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Gubernur Melki menegaskan, bantuan NTT mungkin kecil secara angka, tetapi memiliki makna besar bagi kemanusiaan.
“Kami berharap, bantuan kecil ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera. Dari hati dan kasih NTT untuk negeri,” tutupnya.
Penulis: Ronis Natom

