Ruteng, VoxNTT.com – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai menunjukkan tren kunjungan tidak setinggi capaian pada 2024.
“Empat destinasi wisata unggulan, seperti Wae Rebo, Kampung Adat Todo, Situs Liang Bua, dan Kampung Adat Ruteng Pu’u mencatat hanya 17.402 wisatawan, dibanding tahun 2024 yang mencapai 17.474 wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jehadut, Senin, 8 Desember 2025.
Meski ada penurunan, Aloysius menilai geliat pariwisata Manggarai masih menunjukkan arah positif. Wae Rebo tetap menjadi destinasi favorit dengan 6.361 wisatawan lokal dan 3.711 wisatawan mancanegara. Kampung Adat Todo berada di posisi kedua dengan 2.671 kunjungan mancanegara, 1.942 wisatawan lokal, serta 224 kunjungan mahasiswa.
Di Situs Liang Bua, tercatat 1.241 wisatawan mancanegara, 187 wisatawan lokal, dan 134 pelajar atau mahasiswa. Sementara Kampung Adat Ruteng Pu’u merekam 638 kunjungan wisatawan asing, 213 wisatawan lokal, dan 80 mahasiswa.
Aloysius menjelaskan, salah satu penyebab turunnya angka kunjungan ialah penutupan sementara destinasi Wae Rebo pada Februari 2025 akibat bencana longsor dan cuaca ekstrem.
“Bulan Februari memang untuk sementara ditutup di Wae Rebo karena memang bencana alam,” ujarnya.
Dari sisi pendapatan, sektor pariwisata telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp336,17 juta atau 84 persen dari target Rp400 juta. Pemerintah masih mengejar sisa Rp63,82 juta agar target tercapai pada akhir tahun anggaran.
Aloysius menambahkan, mulai 2026, Pulau Mules akan masuk sebagai destinasi wisata unggulan baru dan dikelola melalui skema retribusi daerah sesuai Peraturan Daerah (Perda) PAD.
“Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai penopang peningkatan pendapatan daerah,” katanya.
Sebelumnya, data yang diakses VoxNtt.com menunjukkan bahwa realisasi PAD sektor pariwisata Manggarai pada 2023 dan 2024 belum mencapai 100 persen, meski terdapat kenaikan tarif kunjungan.
Pada 2023, realisasi PAD hanya 95,08 persen dengan target Rp231,2 juta dan capaian Rp219,828 juta. Masih terdapat kekurangan Rp11,372 juta. Pada 2024, persentase realisasi turun menjadi 94,09 persen dari target Rp350 juta, dengan capaian Rp329,299 juta dan sisa target Rp20,701 juta.
Padahal pada tahun 2024, pemerintah menaikkan tarif kunjungan, yakni dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara, dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 untuk wisatawan lokal dewasa, dan dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 untuk pelajar atau mahasiswa.
Penulis: Berto Davids

