Ruteng, VoxNTT.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Ruteng, Selasa, 9 Desember 2025.
Dalam forum ini, pasangan calon Ketua Simon Manggu dan calon Sekretaris Maksimus Salut (Simon–Maksi) terpilih memimpin PGRI Manggarai untuk periode 2025–2030.
Terpilihnya duet Simon–Maksi merupakan hasil pemungutan suara dari cabang-cabang PGRI tingkat kecamatan yang hadir dalam Konfercab tersebut. Pemilihan berlangsung baik, lancar, dan demokratis di bawah kendali pimpinan sidang, Kornelis Subir.
Konfercab PGRI Manggarai tahun ini hanya menghadirkan dua kandidat formatur, yakni Simon Manggu dan Maksimus Salut. Keduanya kemudian dipercaya untuk memimpin organisasi profesi guru itu secara definitif selama lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Simon menegaskan arah kerja pengurus barunya akan dipusatkan pada pelayanan dan perlindungan profesi guru yang memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia. Orientasi kerja organisasi, kata dia, harus bermuara pada perbaikan martabat dan keamanan profesi guru.
“Orientasi kerja PGRI, kata Simon, bermuara pada melayani dan membantu saudara-saudara guru, agar mereka bisa berada pada posisi yang aman dan bermartabat sebagai profesi guru,” ujarnya.
“Apa yang kami kerjakan nantinya tidak keluar dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi,” tambah Simon.
Ia menjelaskan Konfercab telah merumuskan sembilan pokok pikiran strategis yang akan menjadi kerangka program kerja PGRI Manggarai selama lima tahun mendatang. Program-program tersebut, menurut dia, disiapkan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi guru di Manggarai.
Salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah penguatan peran PGRI dalam memberikan perlindungan hukum kepada guru.
Ia menegaskan, organisasi profesi ini memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk hadir ketika guru berhadapan dengan masalah profesional, kebijakan, atau persoalan hukum.
“Ketika ada masalah yang menimpa guru, PGRI punya bidang yang menangani persoalan hukum. Kami akan bersikap cepat dan tegas untuk menyelesaikan setiap persoalan yang berkaitan dengan kerja dan perlindungan guru sebagai tenaga profesional,” tegasnya.
Simon juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja organisasi. Ia berharap kepengurusan baru mampu bekerja lebih efektif, memastikan setiap bidang dan sekretariat menjalankan program yang telah ditetapkan dalam Konfercab.
Sementara itu, Ketua PGRI sebelumnya, Yohanes Don Bosco, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, cabang, dan anggota PGRI Manggarai atas dukungan selama masa kepemimpinannya.
Ia juga memuji jalannya Konfercab yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan.
Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Simon Manggu dapat semakin memperkuat peran PGRI sebagai organisasi profesi yang konsisten memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan martabat guru di Kabupaten Manggarai.
Penulis: Berto Davids

