Ruteng, VoxNTT.com – Umat Paroki Santu Mikael Kumba di Keuskupan Ruteng mulai menggalang donasi belarasa bagi para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Aksi solidaritas ini berlangsung sejak Minggu, 7 Desember 2025, dan masih terus dibuka.
Pastor Paroki Santu Mikael Kumba, RD Dino Hardin, mengatakan inisiatif penggalangan dana dilakukan menanggapi surat edaran Keuskupan Ruteng.
“Pertama donasi dibuka, sejak Minggu, 7 Desember 2025 jumlah dana yang terkumpul mencapai lebih dari 10 juta rupiah yang diberikan oleh umat baik melalui kotak-kotak donasi yang disediakan di setiap pintu masuk Gereja, dari komunitas biara/kongregasi juga melalui kolekte dari 2 misa,” jelas Romo Dino, Selasa, 8 Desember 2025.
Romo Dino menyebut suasana Minggu Adven ke-2 di Gereja Kumba terasa berbeda. Belasan Putra-Putri Altar (PPA) berdiri sejak gerbang depan hingga semua pintu masuk gereja sambil memegang kotak donasi untuk para korban bencana.
Umat yang hadir dalam empat kali misa hari itu memberikan sumbangan spontan untuk saudara-saudara penyintas bencana di wilayah Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang, dan Keuskupan Agung Medan.
“Untuk donasi bagi penyintas bencana tersebut, kita sudah buka sejak hari Minggu Adven ke-2 sesuai dengan surat informasi dari Keuskupan Ruteng. Umat sangat antusias, terlihat dari spontanitas bantuan yang mereka berikan,” ucap Romo Dino.
Penggalangan donasi dibuka oleh Romo Dino bersama Vikaris Parokial RD Hironimus Apul serta DPP-DKP. Kotak-kotak donasi ditempatkan di seluruh pintu masuk gereja dan dilayani oleh PPA, termasuk pengumpulan persembahan kolekte dan bantuan spontanitas dari komunitas maupun kelompok kategorial.
Pantauan VoxNtt.com menunjukkan antusiasme umat terlihat sejak awal misa. Seorang ibu, Ermelinda (42), berhenti di pintu barat Gereja Kumba sambil menggandeng anaknya.
Ia membuka dompet, mengambil tiga lembar uang, lalu membagikannya kepada kedua anaknya untuk dimasukkan ke dalam kotak donasi.
“Kedua anaknya pun diajaknya sejak usia dini, peduli sesama yang membutuhkan bantuan dengan memberikan sumbangan,” kata Ermelinda.
“Bantuan yang saya berikan dengan anak-anak saya hari ini tidak seberapa tapi mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir di Sumatera,” tambahnya.
Ketua Seksi Karitas DPP Kumba, Paskalis Lebo, mengatakan umat sangat antusias berpartisipasi.
Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Keuskupan Ruteng dan diteruskan ke Karitas Nasional.
“Umat memberikan dengan spontanitas untuk sesama saudara kita yang terkena musibah banjir di Pulau Sumatera. Solidaritas dan gotong-royong dalam bentuk donasi uang seperti ini juga menjadi bagian dari semangat Adventus umat Paroki Kumba,” ujarnya.
Pada hari pertama penggalangan, dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp10 juta. Sumbangan itu berasal dari kotak donasi sebesar Rp3.790.000, kolekte dua misa Minggu Rp5.710.000, serta donasi dari Biara Suster Ursulin (OSU) Ruteng sebesar Rp500.000.
Senin, 8 Desember 2025, donasi juga datang dari komunitas umat basis. Ketua KBG Kristus Raja, Siprianus Janggur menyampaikan umat mereka memberikan sumbangan spontan setelah pertemuan Katekese Adventus.
“Ini tragedi kemanusiaan dan kami semua merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu dari panggilan hati. Kami mengumpulkan dari umat yang hadir katekese saat itu sebesar Rp375 ribu,” kata Siprianus Janggur.
Penggalangan Masih Dibuka
Romo Dino menegaskan, donasi masih terus dibuka untuk seluruh umat, baik secara pribadi maupun melalui KBG atau komunitas. Donasi juga dapat disalurkan melalui rekening atas nama DIOSIS, BRI Cabang Ruteng No. 0273 01001531504.
Pada Minggu Adven ke-3, 14 Desember 2025, pengumpulan donasi tahap II akan dilanjutkan di Gereja Kumba dan Gereja Stasi Carep.
Dalam surat edaran Keuskupan Ruteng ditegaskan bahwa bencana di Medan, Sibolga, Padang, dan Pulau Sumatera adalah momentum untuk menghayati solidaritas dan semangat Omnia in Caritate.
“Menolong para penyintas bencana banjir di Pulau Sumatera merupakan wujud persaudaraan dan solidaritas kita,” tutup Romo Dino.
Kontributor: Isno Baco

