Ruteng, VoxNTT.com – Di usianya yang kini 45 tahun, semangat Kuryanto tak pernah surut. Setiap hari ia mengendarai sepeda motor, melewati jalan rusak dan gang-gang sempit di Manggarai untuk menjajakan baksonya.
Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu kini dikenal sebagai penjual bakso keliling yang sukses. Namun perjalanan hidupnya penuh lika-liku dan jauh dari kata mudah.
Lahir dari keluarga sederhana yang menggantungkan hidup pada pertanian, masa kecil Kuryanto berubah drastis ketika memasuki usia remaja. Pada tahun 1991, ayahnya jatuh sakit.
Sebagai anak pertama, ia terpaksa mengemban peran ganda: menjadi ayah bagi empat adiknya dan tetap menjadi sandaran bagi ibunya.
“Sebagai ayah yang dipaksakan oleh keadaan beban kehidupan bukan berat lagi tapi sangat berat. Aku harus jadi ayah untuk adik-adikku, dan jadi anak yang menguatkan ibu. Sementara aku sendiri belum tahu caranya menjadi dewasa,” kisah Kuryanto mengenang masa lalunya saat berbincang dengan VoxNtt.com, Kamis, 11 Desember 2025 sore.
Kondisi itu justru membentuknya menjadi tulang punggung keluarga. Ia bukan hanya mencari nafkah, tetapi menjadi panutan moral bagi adik-adiknya.
Sejak remaja, ia mulai berdagang bakso keliling dari pagi hingga malam, berpindah dari satu kampung ke kampung lain demi mencukupi kebutuhan keluarga.
“Seringkali, hanya membawa pulang sedikit uang. Tapi dari hasil yang sedikit itulah, ia sisihkan untuk biaya sekolah empat adiknya,” kisahnya.
Ia ingin adik-adiknya tetap bersekolah, meski mereka tak lagi diasuh oleh seorang ayah, melainkan seorang kakak yang dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya.
Tanpa pengetahuan tentang parenting dan tanpa modal ekonomi, satu hal yang tetap ia genggam erat adalah tanggung jawab.
Dalam kesederhanaan, ia menanamkan budi pekerti dan mengajarkan adik-adiknya menghadapi hidup dengan kerja keras dan menjaga martabat.

Hijrah ke Manggarai
Pada tahun 2015, Kuryanto memutuskan merantau ke Manggarai untuk menjual bakso keliling. Saat pertama kali menginjakkan kaki di daerah itu, ia selalu mengingat pesan ibunya: semangat adalah pintu rezeki.
“Spirit itu yang membuat saya selalu semangat untuk berjualan,“ ungkapnya.
Di Manggarai, ia berkeliling menjual bakso di wilayah Watu Ngong, Lengko Ajang, hingga Wukir di Kabupaten Manggarai Timur.
“Tantangan jualan bakso keliling di Manggarai ini hanya jalan rusak,” kata pria dua anak itu.
Kerja kerasnya perlahan membuahkan hasil. Selain mampu menafkahi keluarganya sendiri, Kuryanto juga bangga karena salah satu anak asuhnya berhasil lolos menjadi anggota TNI pada tahun 2021, sebuah pencapaian yang menurutnya menjadi bukti bahwa perjuangan panjangnya tak sia-sia.
Kisah Kuryanto adalah potret keteguhan hati: seorang remaja yang dipaksa dewasa, seorang kakak yang berubah menjadi ayah, dan seorang penjual bakso yang tak pernah lelah menjaga martabat dan keluarganya.
Kontributor: Isno Baco

