Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Kado Natal untuk SMA Katolik St. Josef Freinademetz Sumba Barat Daya
Gagasan

Kado Natal untuk SMA Katolik St. Josef Freinademetz Sumba Barat Daya

By Redaksi23 Desember 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Mau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes Mau
Staf guru SMA Katolik St. Josef Freinademetz (SMA FREND) – Tambolaka

Satuan Pendidikan SMA Katolik St. Josef Freinademetz adalah sekolah milik kongregasi Societas Berbicara Disini (SVD). Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Serikat Sabda Allah. Berikut perbaikan kalimatnya agar lebih baik, jelas, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia:

Sekolah ini berstatus resmi dengan Surat Keputusan (SK) Pendirian tertanggal 5 Januari 2022 dan SK Izin Operasional Nomor 421.5/04/DPMPTSP.4.3/I/2022, yang juga diterbitkan pada 5 Januari 2022.

Pada awal pendirian, jabatan kepala sekolah sementara diemban oleh Pater Fransiskus Mansen, SVD, S.Pd. selama kurang lebih enam bulan. Selanjutnya, kepemimpinan sekolah dimandatkan kepada Pater Fransiskus Seda, SVD, dan masih menjabat hingga saat ini.

Pada tanggal 17-18 November 2025, satuan Pendidikan ini mendapat visitasi asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN- PDM).

Selama dua hari penuh kegiatan akreditasi oleh team asesor berjalan dengan ketat dan kredibel.

Dari wawancara semua pihak, pemeriksaan semua dokumen, observasi pembelajaran di kelas, dan survei lingkungan sekolah. Semuanya dapat terlaksana dengan baik.

Selama satu bulan lebih, civitas akademika SMA Katolik St. Josef Freinademetz menunggu pengumuman hasil akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional.

Dan tanggal 22 Desember, bertepatan dengan hari Ibu, kabar itu datang bagai sambaran petir di tengah gerimis hujan yang enggan reda. Hasilnya adalah satuan Pendidikan SMA Katolik St. Josef Freinademetz terakreditasi A.

Secara pribadi penulis tidak merasa ragu dengan hasil ini. Sekolah ini layak mendapatkan akreditasi A karena kontennya sangat mantap walaupun sarana dan prasarananya  sedang dalam proses pembenahan.

Selama dua tahun berturut-turut, tahun pelajaran 2023- 2024 dan 2024-2025 , satuan Pendidikan ini mendapatkan Rapor Pendidikan hijau. Ini menjadi alarm yang meyakinkan hati bahwa hasil akreditasi pasti memuaskan.

Terdengar hasil akreditasi A, begitu banyak ucapan selamat datang dari berbagai kalangan masyarakat, para orang tua, sahabat, peserta didik, alumni, dan handaitaulan, bahkan dari luar negeri.

Inilah kado Natal berharga dan teristimewa tahun ini. Perjuangan yang tanpa henti dengan cucuran keringat dan air mata menuai sukacita.

Namun ini bukanlah puncak akhir dari perjuangan kami. Hasil akreditasi A adalah awal ziarah baru bagi kami untuk semakin mantap dalam kompak, dan solid dalam memancarkan cahaya ilmu pengetahuan kepada anak-anak negeri tanah Marapu yang dipercayakan di lembaga tercinta ini.

Kami mendedikasikan diri dan seluruh pengetahuan yang Tuhan titipkan ini dengan pendekatan hati dan penyajian pengetahuan selaras perkembangan zaman. Menciptakan generasi bangsa menjadi pribadi yang cerdas, beriman, berkarakter, dan berdaya saing di tengah gelap dan luka dunia hari ini.

SMA Katolik St. Josef Freinademetz selalu terbuka bagi lembaga dan instansi apa pun dalam menjalin relasi kerja sama untuk saling belajar demi membangun Pendidikan yang lebih baik dan berkualitas di tanah Marapu.

Satuan Pendidikan ini memiliki keunikan tersendiri. Para pendidik dan tenaga kependidikan yang mengabdi di sini berasal dari multikultural latar belakang suku, ras, agama, tradisi, dan budaya.

Berikut saya sebutkan daerah asal mereka, Sumba, Bima, Makassar, Manggarai, Ngada, Ende, dan Timor.

Sangat bervariasi, sehingga benarlah semboyan pancasila, Bhinneka Tunggal Ika (Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu) dalam mencerdaskan generasi muda yang dititipkan di satuan Pendidikan SMA Katolik St. Josef Freinademetz.

Kami mengabdi dan berkarya dalam hening  dengan motto, Lux Ex Scentia (Cahaya dari ilmu pengetahuan). Sembari setia mengemis kasih Tuhan untuk menguatkan langkah kami dalam pengabdian selanjutnya.

Akhirnya, terima kasih untukmu semua yang telah mendukung kehadiran satuan Pendidikan SMA Katolik St. Josef Freinademetz sebagai sumber pancaran cahaya pengetahuan di tanah “Loda Wee Maringi Pada Malala” untuk semua.

SMA Katolik St. Josef Freinademetz SMA Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka Yohanes Mau
Previous ArticleMengoptimalkan Peran Teknologi untuk Mencapai Indonesia Emas
Next Article Keluarga dan Perdagangan Manusia

Related Posts

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Pastor Sumber Ajaran Moral, Jangan Bela Pelaku TPPO

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.