Oleh: Reinhard Realino Semarlin
Ketua OSIS SMA Katolik St. Josef Freinademetz, Tambolaka- Sumba Barat Daya
Pesatnya kemajuan teknologi di tengah dunia hari ini tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Semua manusia hanyut tergerus di dalamnya dan menjadi bagian dari kemajuan teknologi tersebut.
Kemajuan ini dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia. Teknologi sendiri memiliki dampak yang cukup besar terhadap kemajuan suatu negara.
Kita tahu, bahwa Indonesia sendiri memiliki visi besar untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045, apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, visi tersebut bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Di balik semua itu, muncullah pertanyaan penting, apakah ada peluang yang dapat dimanfaatkan dari teknologi untuk mencapai Indonesia emas 2045 Atau malah menjadi penghambat?.
Menurut data BPS dari hasil pendataan Survei Susenas 2024, terdapat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet di tahun 2024 dan 69,21 persen di tahun 2023.
Menurut data BPS tahun 2018,Survei Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di sektor pendidikan Berdasarkan jenjang pendidikan, SD dan sederajat sebanyak 64,55 persen, SMP dan sederajat sebanyak 19,22 persen dan SMA dan sederajat sebanyak 16,23 persen.
Inilah peluang besar yang dimiliki Indonesia. Dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi, menjadi langkah awal menuju perubahan.
Teknologi membantu Masyarakat agar lebih mudah untuk bekerja dalam dunia pendidikan, dan memudahkan pelajar dalam hal belajar.
Contohnya, pemanfaatan handphone untuk menunjang kegiatan belajar sehingga lebih mudah dan menyenangkan.
Dengan pembelajaran yang dibantu teknologi sejak dini, akan berdampak positif Ketika generasi muda mencapai usia produktif, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia emas.
Di balik semua peluang tersebut, terdapat tantangan besar dalam pemanfaaatan teknologi. Banyak Masyarakat yang menyalahgunakan teknologi yang berdampak negatif bagi bangsa.
Salah satu contoh konkret, seperti hacker yang sempat viral di Indonesia yang dikenal dengan nama Bjorka, karena mengklaim telah membocorkan data dari berbagai lembaga pemerintah dan perusahaan.
Selain itu, dalam dunia pendidikan banyak pelajar yang bukan menggunakan teknologi untuk belajar, melainkan melakukan hal-hal, seperti mengakses situs-situs berbahaya, menonton konten pornografi, dan bahkan terlibat praktik perjudian.
Peristiwa tersebut yang menjadi penghambat tercapainya Indonesia emas dan merusak moral generasi muda.
Para pelajar adalah kunci utama untuk memblokir semua isu dan hambatan tersebut dalam menentukan nasib bangsa Indonesia ke depannya.
Oleh karena itu, Pemerintah harus berperan aktif dalam mensosialisasikan tentang pemanfaatan teknologi dan menyediakan fasilitas pendidikan berbasis teknologi untuk menunjang kegiatan belajar para pelajar, sehingga mereka dapat belajar lebih mudah dan efektif.
Selain itu juga, guru dan orangtua berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing para pelajar dalam belajar dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Para pelajar sendiri harus memiliki kesadaran dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran bukan untuk hal-hal negatif.
Untuk mencapai Indonesia emas memanglah tidak mudah. Hal tersebut dicapai, harus dengan kerja keras dan persiapan sejak dini. Perkembangan teknologi sebenarnya peluang utama yang dimiliki negara Indonesia untuk mencapai Indonesia emas.
Adanya teknologi, bukan meninabobokan tanpa usaha. Tetapi, menjadikan teknologi sebagai pembantu dan peluang untuk mewujudkan visi kita bersama.
Tanpa adanya pemanfaatan yang baik dan kesadaran yang dimiliki, hal tersebut mustahil untuk diwujudkan. Untuk itu, teknologi harus dimanfaaatkan sebaik-baiknya agar visi negara kita dapat tercapai.
Dengan kerja sama pemerintah, sekolah, dan masyarakat, teknologi dapat menjadi kekuatan utama dalam mencapai visi Indonesia emas pada tahun 2045.

