Oleh: Romo Inosensius Sutam
Dosen Unika St. Paulus Ruteng
Tiap tahun kita merayakan natal. Perayaan ini sebenarnya bukan soal rutinitas tahunan semata. Natal artinya lahir. Kata ini diambil dari kata natal Bahasa Portugis.
Kata Portugis ini sebenarnya diambil dari kata Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Frase ini merupakan turunan dari kata Latin Nascor (natus sum). Dalam Bahasa Inggris disebut Christmass (Misa Kristus), misa untuk perayaan kelahiran Kristus.
Natal adalah perayaan kelahiran Kristus. Bagi Gereja, perayaan natal, tidak hanya mengenangkan peristiwa 2000 tahun lalu tetapi juga menghadirkannya kini dan di sini peristiwa itu bagi hidup kita secara pribadi dan kolektif.
Natal sebagai kelahiran bagi kita mempunyai beberapa makna seperti dijelaskan berikut ini.
Pertama, secara personal, lahir secara baru, berarti bertobat (bdk. Matius 3:2).
Kristus adalah Kerajaan Allah, dan untuk menerima kerajaan itu kita perlu bertobat. Kita meninggalkan semua cara hidup lama yang tidak berkenan: tutur kata, cara berpikir, cara berkhayal, cara bertindak, cara bertingkah laku yang kurang mencerminkan iman dan kasih Kristus.
Dalam perspektif Nabi Yesaya, Tunggul Isai yang bertunas secara baru (Yes 11:1), natal, lahir secara baru, berarti sebuah peremajaan hidup. Menumbukan tunas baru dalam hidup.
Batang hidup yang tua dan tak menghasilkan apapun dipotong, dan membiarkan tunas baru tumbuh subur. Melahirkan pikiran yang positif, perasaan yang gembira, kehendak kuat untuk melakukan hal benar, baik, dan indah.
Kedua, secara sosial, lahir secara baru berarti memperkuat solidaritas dengan sesama terutaman mereka yang miskin, lemah, terpinggirkan, dan rentan dalam hidup ini.
Kristus lahir di tengah kaum sederhana dan terpinggir, yaitu para gembala (Lukas 2:1-20). Kita menjadi terang, garam, dan kabar baik (Matius 5:13-16) bagi sesama kita, menjadi jalan solutif dari masalah mereka.
Kita meningggalkan egoisme dan individualisme. Kita juga perlu rendah hati di depan sesama kita. Mohon maaf atas kesalahan, dan memaafkan orang lain yang bersalah.
Ketiga, natal lahir secara baru juga berarti membangun relasi secara baru dengan alam. Yesus lahir di tengah alam.
Ia lahir di tengah padang gembalaan (Loas oné satar oka). Ia lahir di bawah langit. Di tengah malam gulita.
Karena itu kita menghormati lingkungan hidup. Neka tapa satar (jangan membakar padang). Neka paki puar (jangan merusak hutan).
Menghormati hutan sebagai anak rona. Neka oke weang pina naeng, cewen weang plastik (jangan membuang sampah sembarangan terutama sampah plastis). Mari bersatu menjaga lingkungan hidup. Karena Kristus lahir di tengah alam lingkungan hidup kita.
Keempat, natal, lahir secara baru, berarti membangun semangat spiritualitas yang baru. Membangun relasi yang baru dengan Tuhan.
Melihat Tuhan yang penuh belaskasih. Pada akhirnya hidup kita berpuncak dan berakhir pada Tuhan. Dia awal dan akhir hidup kita (Wahyu 1:8; 22:13).
Sejarah manusiawi kita adalah sejarah keselamatan. Allah yang inkarnatif hadir di tengah kita dan menyerupai kita.
Menurut Santu Irenius, Allah Putera mengalami humanisasi (menjadi manusia), supaya manusia mengalami divinisasi (menjadi rupa Allah). Allah turun ke bumi, supaya kita dinaikkan ke surga.
Kelima, natal, lahir secara baru berarti keluar dari rahim, tetapi terlebih dahulu kita masuk dalam rahim.
Natal berarti kita memasuki rahim personal, rahim sosial, rahim sejarah, rahim ekologis, dan rahim ilahi. Kristus memasuki rahim Maria di mana Ia bersatu dengan semua manusia secara individu dan menyapa mereka secara personal.
Kemudian Dia memasuki rahim masyarakat Yahudi di mana Dia membangun dan mengembangkan relasi sosial dengan sesama.
Dia hadir dan hidup di bawah penjajahan Roma, dan dengan itu Ia memasuki rahim sejarah di mana Ia menyapa sejarah manusia dan mentraformasinya sehingga menjadi sejarah keselamatan.
Dia lahir di tengah alam dan memasuki rahim bumi saat dikuburkan dan dengan itu Ia bersatu dengan semua ciptaan dan menguduskannya.
Kemudian Ia bangkit dan naik ke surga dan bersatu dengan rahim Allah, Allah yang Maharahim. Selamat natal untuk semua.

