Labuan Bajo, VoxNTT.com – Puluhan anggota Polri dikerahkan untuk membantu upaya pencarian korban tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah di Selat Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan, sebanyak 35 personel kepolisian dilibatkan dalam proses pencarian korban kapal yang tenggelam pada Jumat, 26 Desember 2025,di lintasan Pulau Kambing–Pulau Komodo.
“Ada 8 personil Satpolairud Polres Manggarai Barat, 21 personel Ditpolairud Polda NTT dan 6 personil Korpolairud Baharkam Polri saat ini masih terus membantu Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian,” kata Christian.
Selain personel, kepolisian juga mengerahkan tiga unit kapal patroli untuk mendukung operasi pencarian.
“Kami menggerakkan dua unit kapal patroli yakni Kapal Patroli Cepat (KPC) XXII 2007 dan 2 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Ditpolairud Polda NTT. Kapal-kapal ini akan membantu proses pencarian visual diatas permukaan laut,” paparnya.
Ia menambahkan, berbagai alat material khusus (Almatus) milik Ditpolairud Polda NTT turut dikerahkan.
“Berbagai peralatan canggih seperti drone bawah laut, sonar sistem, seabob, scooter bonex dan beberapa alat tambahan lain. Sonar ini bisa mendeteksi logam sampai radius 200 meter,” sebut Alumni Akpol angkatan 2006 itu.
Christian juga menyampaikan bahwa Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, turun langsung ke lokasi kejadian di Selat Padar untuk memantau proses evakuasi dan memastikan pencarian berjalan maksimal.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya pencarian korban yang belum ditemukan.
“Kami berkomitmen untuk hadir dalam setiap peristiwa yang menyangkut keselamatan masyarakat termasuk wisatawan asing. Kami terus bersinergi dengan potensi SAR yang ada dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM. Putri Sakinah di Selat Padar,” tuturnya.
Ajun komisaris besar polisi itu juga menyampaikan rasa prihatin dan duka cita atas musibah tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan Polres Manggarai Barat turut prihatin dan duka cita, semoga para korban segera ditemukan,” ungkapnya.
Menurutnya, proses pencarian telah memasuki hari ketiga. Hingga saat ini, tujuh orang dilaporkan selamat, sementara tiga korban masih dalam pencarian.
“Sementara itu, setelah ditemukan salah satu korban, total korban yang hilang kini tersisa 3 orang yang belum ditemukan,” terang Perwira kelahiran Toraja itu.
Terkait kondisi cuaca, Kapolres Mabar menyebutkan berdasarkan informasi BMKG dan pengamatan visual, gelombang laut di lokasi kejadian mencapai satu meter disertai angin kencang dan arus laut yang kuat.
Meski demikian, pencarian terus dilakukan secara intensif dengan memperluas area penyisiran ke arah timur dari lokasi kejadian.
“Hingga saat ini, upaya pencarian terus dilaksanakan secara intensif, dengan mengerahkan peralatan dan kekuatan maksimal demi menemukan para korban dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap,” ucapnya.
Sementara itu, Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas, Lanal Labuan Bajo, KSOP Labuan Bajo, BPBD Manggarai Barat, pelaku wisata bahari Labuan Bajo, serta penyelam dari Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM).
“Semua unsur pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terlibat dalam operasi ini berada di bawah koordinasi yang ketat,” ucap mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri itu.
Diketahui, KM Putri Sakinah merupakan kapal pinisi tipe Kapal Motor (KM) berukuran 27 Gross Tonnage (GT) yang mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal termasuk kapten.
Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di Selat Padar. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi diduga menjadi penyebab utama kecelakaan laut itu.
KM Putri Sakinah tenggelam di sebelah barat Pulau Flores pada titik koordinat 08°36’35.26″S – 119°36’42.84″E atau sekitar 23 mil laut arah barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.
Penulis: Sello Jome

