Ruteng, VoxNTT.com – Pekerjaan peningkatan jalan yang bersumber dari dana Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025 di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah rampung dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
Paket proyek Jalan Simpang Wae Rebo hingga Batas Kabupaten dengan panjang 5 kilometer tersebut dikerjakan menggunakan Hot Rolled Sheet (HRS) aspal hotmix dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2025.
Warga Satarmese Barat menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan infrastruktur jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai yang memperhatikan kerinduan masyarakat Satar Mese Barat akan akses jalan yang baik selama ini,” ungkap Hanis, warga setempat, kepada VoxNtt.com, Kamis, 8 Januari 2026.
Hanis mengatakan, jalan beraspal hotmix tersebut menghubungkan Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, jalan tersebut baru terealisasi pada masa kepemimpinan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan Wakil Bupati Fabianus Abu.
“Jalan kami sudah bagus dan kami tidak kesulitan lagi untuk mengangkut hasil tani dan kebun kami. Saya mewakili masyarakat Satarmese Barat lebih khususnya di jalur Pantai Selatan mengucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Manggarai dan bapak Wakil Bupati,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan warga lainnya, Riski. Ia mengaku bangga atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan jalan di desanya.
Menurut Riski, dengan selesainya pembangunan jalan tersebut, akses ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar karena jarak tempuh yang semakin singkat.
“Saya bangga atas gebrakan yang dilakukan pak Bupati terhadap akses pembangunan jalan di desa-desa yang ada di Kabupaten Manggarai ini,” ucapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah Manggarai, Nurindah, menjelaskan bahwa pembangunan peningkatan jalan hotmix di wilayah tersebut didanai melalui dana Inpres tahun 2025.
“Untuk pekerjaan pembangunan peningkatan jalan hotmix tahun 2025 sudah selesai dikerjakan semua, terealisasi 100 persen,” kata Nurindah.
Ia menambahkan, dengan selesainya pekerjaan tersebut, ruas jalan kini telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Pembangunan infrastuktur jalan bertujuan untuk mewujudkan harapan masyarakat agar memiliki akses yang mudah dilalui dalam beraktivitas, serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutupnya.
Diketahui, proyek Jalan Simpang Wae Rebo hingga Batas Kabupaten tersebut dikerjakan oleh PT Wijaya Graha Prima dengan masa pelaksanaan selama 84 hari kerja hingga akhir Desember 2025. Total anggaran proyek ini mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Penulis: Isno Baco

