Ruteng, VoxNTT.com – Pengerjaan proyek hotmix pada jalur Bandara Frans Sales Lega menuju Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, gagal diselesaikan sesuai jadwal kontrak.
Proyek tersebut masih dikerjakan hingga Januari 2026 meskipun masa kontraknya telah berakhir pada 23 Desember 2025 lalu.
Informasi yang diperoleh VoxNtt.com menyebutkan, proyek bernilai miliaran rupiah itu dikerjakan oleh CV Sarana Karya Utama dan saat ini berada dalam pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Citra Ayu Purwarini mengatakan, proyek tersebut kini berstatus Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) dengan sisa volume pekerjaan sekitar 20 persen.
Selama masa KDP, rekanan masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan hingga akhir Januari 2026.
Citra tidak merinci penyebab keterlambatan proyek tersebut. Ia hanya menjelaskan, pekerjaan yang tersisa merupakan pekerjaan minor pada bagian bahu jalan.
Sementara terkait denda keterlambatan, menurutnya, belum dapat diberlakukan karena proses pekerjaan belum sepenuhnya rampung.
“Hanya bahu jalan saja yang KDP, pembayaran dan progres fisiknya baru 80% persen. Ada nanti dendanya tunggu selesai pekerjaan” jelas Citra, Kamis, 15 Januari 2026.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Vinsen, mengaku aktivitas pengerjaan proyek tersebut kerap dilakukan hingga malam hari.
Akibatnya, para pengendara yang melintasi jalur Bandara–Karot harus berhenti beberapa menit karena mobil molen yang digunakan parkir di tengah jalan untuk menurunkan campuran material.
“Mereka kerja sampai malam cor bahu jalan, kami yang kerap melintasi jalur itu terpaksa tunggu beberapa menit sampai selesai cor karena mobil molen parkir di tengah jalan,” aku Vinsen saat bertemu dengan VoxNtt.com, Kamis malam.
Vinsen juga menduga pengerjaan bahu jalan dilakukan secara terburu-buru demi mengejar target penyelesaian, terlebih di tengah kondisi musim hujan saat ini.
Ia menilai kualitas pekerjaan tersebut patut dipertanyakan.
“Saya menduga mereka juga kerja asal-asalan, cor bahu jalan hanya begitu-begitu saja, kurang kuat. Maklum kerja supaya cepat selesai, takut hujan turun,” tutur Vinsen.
Hingga berita ini diturunkan, VoxNtt.com telah berupaya menghubungi pihak CV Sarana Karya Utama pada Kamis, 15 Januari 2026, untuk memperoleh penjelasan terkait keterlambatan proyek tersebut.
Namun, dua pesan WhatsApp yang dikirimkan tidak mendapat respons meskipun telah berstatus centang dua.
Penulis: Berto Davids

