Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Irigasi Wae Sengi Pota Diduga Dikerjakan Manual Meski Anggaran Rp102 Miliar
Regional NTT

Proyek Irigasi Wae Sengi Pota Diduga Dikerjakan Manual Meski Anggaran Rp102 Miliar

By Redaksi1 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Potret kondisi material di lokasi pengerjaan irigasi yang diduga dikerjakan secara manual (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi Wae Sengi Pota di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, diduga dikerjakan secara manual meski menelan anggaran Rp102 miliar. Metode pengerjaan tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap keterlambatan penyelesaian proyek.

Proyek milik Satuan Kerja NVT PJPA Nusa Tenggara II PPK Irigasi dan Rawa 1 itu sejatinya ditargetkan rampung pada 28 Desember 2025. Namun hingga kini pekerjaan belum tuntas dan mendapat tambahan waktu pelaksanaan selama 50 hari.

Seorang warga Pota, Jaludin mengatakan, proyek senilai Rp102 miliar itu dikerjakan secara manual.

Ia mengaku memperoleh informasi tersebut dari salah satu pekerja di lokasi proyek.

“Mereka kerja manual, alat aduk tidak ada. Saya dapat info dari pekerja bahwa mereka lebih banyak mengandalkan aktivitas fisik dan alat seadanya” ungkap Jaludin, Minggu, 1 Februari 2026.

Jaludin mempertanyakan penggunaan anggaran miliaran rupiah dalam proyek tersebut.

Menurut dia, pengerjaan manual tidak sejalan dengan standar penjaminan mutu untuk proyek bernilai besar dan berpotensi menurunkan kualitas hasil pekerjaan.

Informasi serupa juga diperoleh VoxNtt.com. Proyek tersebut disebut dikerjakan dengan sistem borongan, sementara di sekitar lokasi tidak terlihat peralatan memadai sebagaimana proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah lainnya.

Sub kontraktor CV Delta Flores, Deny, yang disebut menyetujui metode pengerjaan manual di lapangan, tidak merespons permintaan wawancara VoxNtt.com untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Dihubungi sejak 31 Januari hingga 1 Februari 2026, Deny belum memberikan tanggapan.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi irigasi ini mengalami keterlambatan. Selain molor dari jadwal, keterlambatan itu berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga.

Sejumlah petani mengeluhkan berkurangnya pasokan air irigasi yang mengganggu masa persemaian dan pengolahan sawah.

Dalam wawancara sebelumnya, Deny menjelaskan keterlambatan proyek disebabkan oleh sejumlah faktor teknis di lapangan, terutama kondisi cuaca yang tidak mendukung selama proses pelaksanaan.

Karena itu, kontraktor memperoleh penambahan waktu pengerjaan selama 50 hari kalender.

Hingga saat ini, kata dia, progres fisik proyek baru mencapai sekitar 84 persen. Penambahan waktu tersebut, menurut Deny, telah disosialisasikan kepada masyarakat yang terdampak.

“Untuk pemberitahuan kepada masyarakat, terutama petani pengguna saluran irigasi, itu sudah dilakukan. Wilayah terdampak berada di tiga desa dalam satu kecamatan, yakni Kecamatan Sambi Rampas, dan masyarakat sudah mengetahui adanya penambahan waktu pekerjaan ini,” jelasnya.

Deny menambahkan, sosialisasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Penjelasan tersebut diinisiasi dan disaksikan langsung oleh konsultan perencana dari PT Agrinas Palma Nusantara. Selain itu, turut dihadiri oleh Camat Sambi Rampas, tokoh masyarakat, perwakilan P3A, serta beberapa kepala desa,” ungkap Deny.

Ia memastikan pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan Irigasi Wae Tiwu Sengit akan selesai sepenuhnya pada 10 Februari 2026.

“Target kami jelas, tanggal 10 Februari pekerjaan ini sudah selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan kembali secara optimal oleh masyarakat,” pungkas Deny.

Penulis: Berto Davids

Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur Matim Pota
Previous ArticleBMKG: Hujan hingga Potensi Banjir Rob Masih Mengintai Manggarai Barat Awal Februari
Next Article Gubernur NTT Buka Pentas Berkhmawan Simponi di Undana Kupang

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.