Ruteng, VoxNTT.com – Desa merupakan unit pemerintahan terkecil yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Sebagai tempat tinggal sebagian besar penduduk Indonesia, desa memiliki potensi sumber daya alam, sosial, dan budaya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, pemahaman yang utuh mengenai kondisi suatu desa menjadi sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.
Berikut kami sajikan informasi profil Desa
Data Umum Desa:
Nama Desa: Lando
Kecamatan: Kecamatan Cibal
Kabupaten: Manggarai
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Letak Geografis
Batas wilayah:
Utara: Berbatasan dengan Desa Ladur
Selatan: Berbatasan dengan Desa Beamese
Timur: Berbatasan dengan Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur
Barat: Berbatasan dengan Desa Langkas
Luas wilayah 201,25 hektare
Luas lahan pertanian 177 hektare
Luas pemukiman penduduk 9 hektare
Lahan bangunan atau fasilitas umum seperti SD, Pustu, dan Rumah Adat seluas 13 hektare.
Topografi Desa Orong berada di dataran tinggi.
Potensi Desa: Desa Lando memiliki potensi yang bersumber dari Sumber Daya Alam seperti batu, kayu, air dan udara.
Demografi:
Jumlah Penduduk: 1.079 jiwa
Laki-laki: 568 orang
Perempuan: 511 orang
Jumlah Kk: 307 kk
Jumlah KK yang memliki rumah: 204 KK
Jumlah KK yang tidak memiliki rumah/numpang: 103
Rumah Adat: 3 buah
Struktur Usia.
Usia produktif: 758 orang
Anak-anak: 245 orang
Lansia: 76 orang
Tingkat Pendidikan:
Tamatan SD: 216 orang
Tamatan SMP: 52 orang
Tamatan SMA: 51 orang
Lulusan Perguruan Tinggi: 30 orang
Tidak Sekolah: 178 orang
Mata Pencaharian Utama: Pertanian
Sosial Budaya:
Agama dan Kepercayaan: Semua menganut agama Katolik
Adat Istiadat dan Tradisi: Upacara adat kelahiran, acara menerima komuni pertama, acara pernikahan, kematian, acara adat sekolah. Sedangkan acara adat tahunan yaitu Penti.
Bahasa Daerah: Bahasa Manggarai
Organisasi Masyarakat: Lembaga Adat Karang Taruna, OMK, dan PKK.
Ekonomi:
Potensi Ekonomi Unggulan Desa Lando: di bidang pertanian seperti Kemiri, Jambu Mente, Kopi, dan Kacang Hijau.
Infrastruktur Ekonomi: Akses jalan untuk menuju areal atau lokasi kebun masyarakat masih sangat kurang sehingga masyarakat membawa hasil pertanian dengan cara dipikul.
Selain itu pemasaran hasil pertanian juga masih sangat tradisional yaitu dijual ke pihak ketiga.
Kondisi Usaha dan Industri:
Warung sembako: 10 Yunit
Tingkat Kesejahteraan Masyarakat: Pendapatan per kapita masyarakat tidak menetap.
Angka kemiskinan: 50 KK masuk keluarga miskin
Pemerintahan Desa:
Struktur Organisasi:
Kepala Desa: Dionysius Madas
Perangkat desa: 9 orang
BPD: 5 orang
Peraturan Desa: Peraturan desa berupa Perdes, APBDes, Perdes RKPDes, Perdes RPJM, dan Perdes Koperasi Merah Putih.
Pelayanan Publik: Pelayanan publik berupa administrasi memiliki agenda surat keluar masuk. Untuk pelayanan kesehatan Desa Lando memiliki Pustu dan Pelayanan Posyandu setiap bulan dengan dua sistem pelayanan Posyandu.
Potensi dan Masalah Desa:
Identifikasi Masalah:
Masalah air minum bersih: ada sejumlah masalah yang terjadi di Desa Lando di antaranya air minum.
Desa Lando memiliki masalah air minum bersih sumbernya ada cuman ada di dataran rendah sehingga sulit mengakses ke setiap rumah warga.
Masalah sosial ekonomi: Masalah yang kedua masalah ekonomi. Kurangnya pendapatan per kapita menyebabkan angka kemiskinan di Desa Lando masih sangat tinggi dan banyak yang memilih merantau ke Malaysia dan Kalimantan.
Rekomendasi: minta pemerintah pusat maupun daerah untuk peningkatan Infrastruktur jalan untuk pemukiman baru. Dan alokasikan Rumah tidak layak huni (RTLH) sebab di Desa Lando karena masih banyak RTLH yang tidak layak.
Penulis: Isno Baco

