Ruteng, VoxNTT.com – Theresia Siba (56), warga Kampung Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, yang terseret banjir di Sungai Wae Lokom pada Minggu, 8 Februari 2026, akhirnya ditemukan pada Senin, 9 Februari 2026.
Mantan Camat Reok Barat, Tarsi Asong mengatakan, korban ditemukan setelah para Tu’a Adat Lumpung Toda melaksanakan ritual adat pada Senin pagi. Ritual tersebut dilakukan sekitar pukul 07.00 Wita.
“Tadi pagi tu’a adat Lumpung Toda melaksanakan ritual adat sekitar pukul 07.00 pagi dan disertai bunyi gong gendang. Selang 2 jam kemudian tepatnya jam 09.00 korban ditemukan,” ujar Tarsi Asong dalam pesan singkat kepada VoxNtt.com, Senin siang.
Menurut Tarsi, korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian dan saat ini telah dibawa ke rumah keluarga.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kepolisian, peristiwa tersebut bermula saat korban pulang dari kebun.
Theresia berangkat dari rumah menuju kebun sekitar pukul 09.30 Wita dan menyeberangi Sungai Wae Lokom ketika arus masih dalam kondisi stabil.
Setelah membersihkan lahan, korban kembali ke rumah sekitar pukul 13.30 Wita. Namun, saat itu kondisi sungai telah berubah. Debit air meningkat dan arus banjir mengalir deras di sepanjang sungai.
Seorang petani bernama Stefanus Muel (37), yang berada bersama korban, sempat melarang Theresia menyeberangi sungai.
Ia bahkan berinisiatif memotong sehelai bambu untuk dijadikan alat bantu agar korban dapat menyeberang dengan aman sambil berpegangan.
Namun, saat Stefanus sedang memotong bambu, korban sudah terlebih dahulu menyeberang dan terseret arus banjir yang deras.
Korban sempat berteriak meminta tolong, tetapi Stefanus tidak mampu melakukan penyelamatan karena korban sudah terbawa arus.
Stefanus kemudian berlari menuju Kampung Toda untuk memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga.
Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto berkata, personel Polsek Reo bersama tiga anggota Sat Polairud, dua anggota Koramil 1612-03 Reok, serta dua anggota TNI Angkatan Laut telah tiba di Desa Lemarang sejak pukul 18.00 Wita untuk melakukan pencarian.
Penulis: Berto Davids

