Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Pulang dari Kebun, Ibu Lansia di Reok Barat Hilang Terseret Banjir
Pojok Info

Pulang dari Kebun, Ibu Lansia di Reok Barat Hilang Terseret Banjir

By Redaksi9 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga dan keluarga korban bersama anggota Polsek Reo, Polairud dan Koramil 1612-03 Reok duduk bersama membahas upaya pencarian korban selanjutnya (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Theresia Siba (56), seorang ibu lanjut usia (Lansia) asal Dusun Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai hilang terseret arus banjir sungai Wae Lokom pada Minggu, 8 Februari 2026, sekitar Pukul 13.30 Wita.

Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut terjadi saat korban Theresia pulang dari kebun.

Awalnya ia berangkat dari rumah menuju kebun sekitar pukul 09.30 Wita.

Dalam perjalanannya, korban Theresia menyeberangi sungai Wae Lokom yang saat itu kondisi arusnya masih stabil.

Setelah membersihkan lahan, ia pun kembali ke rumah pada pukul 13.30 Wita. Namun saat kembali kondisi arusnya tidak seperti semula lago. Banjir dengan intensitas tinggi mulai terlihat deras di sepanjang sungai.

Salah seorang petani, Stefanus Muel (37) yang kebetulan ada bersama korban Theresia saat itu sempat melarang korban untuk menyeberang.

Stefanus kemudian berinisiatif memotong sehelai bambu untuk dijadikan alat bantu agar korban bisa menyeberang dengan baik sambil memegang bambu.

Namun sayangnya, begitu ia sedang memotong bambu korban malah sudah terseret arus banjir yang begitu deras.

Sempat ada teriakakan minta tolong, tapi Stefanus tidak mampu melakukan upaya penyelamatan karena korban sudah berada di dalam air dan terbawa arus.

Melihat itu, Stefanus langsung berlari ke kampung Toda untuk menyampaikan peristiwa itu kepada warga.

Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto menerangkan,  personel Polsek Reo bersama tiga anggota Sat Polairud dan dua anggota Koramil 1612-03 Reok, ditambah dua anggota TNI Angkatan Laut sudah tiba di Desa Lemarang sejak pukul 18.00 Wita untuk melakukan pencarian.

Sampai saat ini, kata Kapolsek Joko, korban belum berhasil ditemukan karena kondisi cuaca, apalagi hujan deras terus melanda wilayah Reok dan Reok Barat.

Ia berkata, pencariannya akan tetap dilanjutkan pada Senin, 9 Februari 2026 sembari menanti cuaca agak membaik.

“Pencarian akan dilanjutkan Senin sembari menunggu cuaca bersahabat. Kami juga dibantu oleh warga lokal sebanyak 30 orang,” terang Kapolsek Joko.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi, upaya pencarian itu akan dibantu oleh tim Basarnas Labuan Bajo. Mereka akan menuju TKP pada Senin 9 Februari Pukul 05.00 Wita.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tak bersahabat sangat membutuhkan tim Basarnas untuk membantu melakukan pencarian.

“Sudah berkordinasi dengan tim Basarnas, mereka akan star jam 05.00 untuk membantu melakukan proses pencarian,” ujar Kapolsek Joko.

Penulis: Berto Davids

Kecamatan Reok Barat Manggarai Polsek Reo Reok Barat
Previous ArticleTerpilih Jadi Ketua Umum KONI NTT, Melki Laka Lena Targetkan 5 Sukses pada PON 2028
Next Article Pers Indonesia di Persimpangan Zaman

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.