Borong, VoxNTT.com –Guru-guru SMA Swasta Pancasila Borong, Kabupaten Manggarai Timur, mogok mengajar sejak Senin, 9 Februari 2026, sehingga aktivitas pendidikan di sekolah Katolik tersebut diliburkan sementara.
Aksi mogok ini dipicu oleh karena pihak Yayasan Sukma secara sepihak memotong gaji para guru.
Pantauan VoxNtt.com, pada Selasa, 10 Februari, kondisi di luar dan dalam kompleks SMA Pancasila Borong tampak sepih. Ruangan kelas hanya ada kursi dan meja.
Halaman yang biasanya penuh dengan kendaraan tampak lengang. Yang terlihat hanya beberapa orang sedang duduk diskusi di salah satu sudut sekolah.
Marsi Rimun, salah satu orangtua siswa SMA Pancasila Borong, mengaku kaget dan prihatin dengan kondisi sekolah yang meliburkan anak-anak karena alasan guru mogok mengajar.
“Saya kaget tadi pagi, anak saya yang kelas 3 tidak ke sekolah. Katanya diliburkan karena guru-guru mogok mengajar. Menurut informasi mereka mogok mengajar karena gaji dipotong,” kata Marsi di Borong, Selasa sore.
Menurut dia, sepanjang sejarah SMA Pancasila Borong, peristiwa guru mogok mengajar baru pertama kali terjadi.
Sebab itu, Marsi meminta Yayasan Sukma dan pihak sekolah untuk segera mencarikan solusi dari persoalan tersebut, sehingga anak-anak tidak dikorbankan.
Situasi tersebut, lanjut dia, bisa berdampak pada psikologi anak-anak.
“Apalagi yang kelas XII, bisa saja mereka berpikir dengan adanya masalah itu mereka tidak bisa ujian akhir,” ungkap dia.
Marsi menambahkan, orangtua siswa tidak pernah lalai membayar kewajiban ke sekolah. Sehingga, anak-anak tidak boleh dibiarkan libur karena ada persoalan internal sekolah.
“Harapan saya sebagai orangtua, para guru segera kembali ke sekolah sembari dicarikan solusi yang solutif terkait persoalan yang ada,” imbuh dia.
Pantauan Rabu, 11 Februari, belum ada aktivitas KBM di SMA Pancasila. Situasi masih sepih seperti pada Selasa kemarin.
Informasi yang dihimpun, hari ini pihak yayasan tengah menggelar rapat internal untuk menyikapi persoalan tersebut.
Kontributor: Nansi Taris

