Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban
NTT NEWS

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

By Redaksi6 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Nama Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Zoares, dicatut dalam dugaan penipuan berkedok tawaran pekerjaan di RS Ben Mboi Kupang. Seorang warga berinisial LA mengaku menjadi salah satu korban bersama puluhan hingga ratusan orang lainnya.

LA mengatakan, tawaran pekerjaan itu disampaikan oleh seseorang bernama Hence Otu pada Desember 2025. Ia dijanjikan posisi sebagai resepsionis di rumah sakit tersebut.

Menurut LA, Hence Otu meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi.

“Lalu saya transfer ke beliau untuk bayar adminstrasi dan seragam,” kata LA.

LA mengaku bersedia mentransfer uang karena dijanjikan pekerjaan yang jelas. Ia juga dijanjikan uang tersebut akan dikembalikan setelah menerima seragam dan surat keputusan (SK) kerja.

“Hence menawarkan pekerjaan sebagai resepsionis di Rumah Sakit Ben Mboi,” katanya.

Namun hingga akhir Januari 2026, janji tersebut tidak kunjung terealisasi.

“Hingga 25 Februari belum menerima pekerjaan,” uangnya.

LA menuturkan, sebelum proses penerimaan pekerjaan berlangsung, ia bersama sekitar 100 orang lainnya dimasukkan dalam sebuah grup percakapan WhatsApp yang disebut sebagai grup pelatihan kerja.

“Sebelum berkomunikasi soal pelatihan kerja kami bikin grup pelatihan kerja. Anggotanya banyak orang termasuk saya,” katanya.

Ia mengatakan pihak yang menawarkan pekerjaan itu menjanjikan proses penerimaan akan rampung pada 20 Januari 2026. Namun menjelang tanggal tersebut, peserta diinformasikan adanya kendala.

“Kendalanya antara lain, kedukaan penanggungjawab yakni Ibu Alya Suban,” katanya.

Pertemuan kemudian disebut sempat berlangsung pada 18 Januari di Hotel Sasando Kupang. Dalam pertemuan itu, peserta kembali diberitahu bahwa proses perekrutan mengalami penundaan.

Menurut LA, dalam proses tersebut Hence Otu menyebut nama Fernando Zoares sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Dikonfirmasi lagi di tanggal 18 Januari di Hotel Sasando. Sebelum hari H kita dikabarkan bahwa terjadinya penundaan karena ada masalah dari pihak 01 (Nando Suares),” katanya.

“Mereka mengatakan jika Pak Nando Soares adalah orang yang bertanggung jawab,” ujar LA menegaskan.

LA mengaku mempercayai penjelasan itu sehingga ia mentransfer uang yang diminta.

“Saya percaya Ka Hence makanya saya transfer. Jumlah di grup 78 orang. Harapan kami dan teman teman uang segera dikembalikan,” katanya.

Ia berharap jika benar dirinya dan ratusan orang lainnya menjadi korban penipuan, maka uang mereka dapat dikembalikan.

“Biar ada kejelasan supaya tidak ada korban lain. Kalau memang sindikat penipuan harus dikembalikan. Karena kasian orang orang yang datang dari Rote dan tempat lain ke Kupang untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Menurut LA, jumlah uang yang ditransfer para peserta bervariasi.

“Saya dan teman teman lain sangat kecewa. Ada bukti waktu list nama untuk penarikan berkas. Jumlahnya variasi 350 sampai satu juta,” pungkasnya.

Sementara itu, Hence Otu dalam sebuah video yang diunggah akun Portalntt.com menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui telah mencatut nama Fernando Zoares.

“Saya minta maaf dengan rendah hati karena telah mencatut nama Fernando Zoares Wakil Ketua DPRD NTT. Mohon maaf sebesar besarnya tidak ada pekerjaan dari Pak Nando,” kata Hence.

Ia juga berjanji akan mengembalikan uang para peserta yang telah direkrut.

“Terkait anak anak yang sudah direkrut maka akan diproses dalam waktu satu dua hari ini,” pungkasnya.

VoxNtt.com telah mengirimkan permintaan wawancara kepada Fernando Zoares melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 6 Maret 2026 siang. Namun hingga berita ini ditulis, politisi dari Partai Gerindra itu belum memberikan tanggapan meski pesan telah terbaca.

Penulis: Ronis Natom

DPRD NTT Fernando Zoares RS Ben Mboi Kupang
Previous ArticleGolkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April
Next Article Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.