Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Penyuluh KB Tewas Tertimpa Pohon Tumbang saat Berangkat Kerja, Bupati Manggarai Sampaikan Belasungkawa
Pojok Info

Penyuluh KB Tewas Tertimpa Pohon Tumbang saat Berangkat Kerja, Bupati Manggarai Sampaikan Belasungkawa

By Redaksi9 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lodovikus Odung, penyuluh KB Manggarai tewas tertimpa pohon di jalan Trans Flores, Ruteng-Borong, pada Senin, 9 Maret 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Lodovikus Odung, seorang Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Manggarai yang menjadi korban pohon tumbang saat dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Bealaing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 06.00 Wita.

Saat itu korban melintas di jalur Borong–Ruteng ketika sebuah pohon ampupu tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa korban bersama sepeda motor yang dikendarainya. Akibat kejadian tersebut, Lodovikus Odung meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara di Jalan Trans Flores Ruteng–Borong

Saat peristiwa terjadi, korban sedang dalam perjalanan dari Rama, Desa Sita menuju wilayah Cibal untuk menjalankan tugasnya sebagai Penyuluh KB di Kabupaten Manggarai.

Setelah kejadian, warga bersama aparat setempat melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah almarhum sempat dibawa ke Puskesmas Mano yang berada di Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan untuk penanganan awal sebelum kemudian diantar ke rumah duka di Desa Sita sekitar pukul 10.30 Wita.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengenang almarhum sebagai sosok aparatur yang mengabdikan diri dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh masyarakat Manggarai, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Lodovikus Odung. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujar Bupati Hery.

Selain menyampaikan duka cita, ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir.

Ia meminta masyarakat yang melakukan perjalanan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi kawasan dengan banyak pepohonan di sepanjang jalan yang berpotensi tumbang akibat angin kencang.

“Saya juga mengimbau seluruh masyarakat, baik yang sedang melakukan perjalanan maupun yang beraktivitas di luar rumah, agar tetap waspada terhadap potensi bahaya seperti pohon tumbang, longsor, maupun dampak cuaca ekstrem lainnya,” tambahnya.

Kondisi cuaca buruk ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang menyatakan wilayah Nusa Tenggara Timur berstatus siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang pada periode 9–12 Maret 2026.

Dalam laman resmi BMKG dijelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk keberadaan beberapa bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Bibit Siklon Tropis 90S yang terdeteksi di Samudra Hindia bagian barat daya selatan Jawa Timur dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum sekitar 998 hPa.

Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi yang meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai dan sekitarnya. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, tanah longsor, maupun banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Penulis: Isno Baco

Bupati Manggarai Hery Nabit Herybertus G.L. Nabit Manggarai
Previous ArticlePolsek Amarasi Timur Pantau Korban Banjir Bandang di Desa Oebesi

Related Posts

Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara di Jalan Trans Flores Ruteng–Borong

9 Maret 2026

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Penyuluh KB Tewas Tertimpa Pohon Tumbang saat Berangkat Kerja, Bupati Manggarai Sampaikan Belasungkawa

9 Maret 2026

Polsek Amarasi Timur Pantau Korban Banjir Bandang di Desa Oebesi

9 Maret 2026

Fraksi Gerindra DPRD Ngada Desak Buka Jalur Dialog soal Pelantikan Sekda

9 Maret 2026

Angin Kencang Rusak Tiga Ruang Kelas SDI Ra’ong di Golo Mori

9 Maret 2026

Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara di Jalan Trans Flores Ruteng–Borong

9 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.