Oelamasi, VoxNTT.com – Polsek Amarasi Timur bersama pemerintah kecamatan memantau warga yang terdampak banjir bandang di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.
Banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu selama dua hari berturut-turut. Air meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Kapolsek Amarasi Timur, Ipda Fransiskus X. Lanto mengatakan, pihaknya bersama Camat Amarasi Timur turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi warga serta memberikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Ia meminta masyarakat tetap berhati-hati karena wilayah tersebut masih berada dalam musim penghujan.
“Polisi dan kecamatan juga telah berkoordinasi dengan dinas PUPR agar segera menormalisasi kali Tua, uha sehingga meminimalisir kejadian banjir lagi,” ujar Ipda Fransiskus.
Menurut dia, meluapnya air sungai dipicu oleh jalur kali yang tertutup material tanah longsor sehingga aliran air tidak berjalan normal.
“Jika tidak sesegera mungkin di normalisasi maka hal serupa akan terjadi lagi. Dan apabila intesitas hujan lebih besar maka debit air juga akan lebih deras dari yang kemarin,” katanya.
Selain itu, polisi dan pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera meninjau dan memberikan perhatian kepada warga yang terdampak banjir.
Fransiskus juga mengimbau masyarakat untuk mengamankan dokumen penting serta barang berharga di tempat yang lebih aman guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Selain melakukan pemantauan, Polsek Amarasi Timur juga menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga terdampak. Bantuan tersebut dibagikan di Kantor Polsek Amarasi Timur pada Senin siang, 9 Maret 2026.
Penulis: Ronis Natom

