Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Anggota DPRD NTT Respons Tuduhan dalam Kasus Plt Kepala SMKN 2 Kota Kupang
Pendidikan NTT

Anggota DPRD NTT Respons Tuduhan dalam Kasus Plt Kepala SMKN 2 Kota Kupang

By Redaksi11 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPRD NTT dengan komite, Plt. Kepsek SMKN 2 Kota Kupang beserta Dinas Pendidikan Provinsi NTT pada Selasa, 11 Februari 2025 (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Muhamad Ansor, anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggapi dengan tegas tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat dalam kasus Plt. Kepala SMK Negeri 2 Kota Kupang.

Ansor merasa geram namanya diseret dalam polemik tersebut, yang memicu klarifikasinya dalam rapat bersama Komisi V DPRD NTT pada Selasa, 11 Februari 2025.

Saat rapat dengar pendapat (RDP) yang dihadiri oleh Komite, Plt. Kepala SMKN 2, serta Dinas Pendidikan NTT, Ansor mengungkapkan bahwa dirinya adalah pihak yang mengusulkan pelaksanaan RDP tersebut.

“Saya yang usul agar RDP ini dilaksanakan, dengan mengundang Kadis Dikbud, Plt Kepsek, dan Ketua Komite Sekolah,” kata Ansor, yang adalah Anggota Fraksi Golkar seusai rapat.

Ansor meluruskan tudingan yang menyebutkan dirinya melindungi Plt Kepala Sekolah SMKN 2.

Ia menegaskan, meskipun Plt. Kepala Sekolah tersebut berasal dari Alor dan beragama sama dengan dirinya, tidak ada kaitannya dengan hubungan pribadi atau dukungan politik.

“Plt Kepsek ini bukan tim sukses saya. Saya sangat profesional dalam berpolitik dan tidak memandang latar belakang seseorang,” tegas dan Anggota Komisi V DPRD NTT itu.

Dalam rapat tersebut, permasalahan terkait polemik antara komite sekolah dan kepala sekolah, serta pengangkatan 19 guru honorer, juga dibahas.

Komisi V DPRD NTT pun merekomendasikan sejumlah tindakan yang harus segera dilaksanakan. Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhamad Sipriyadin Pua Rake.

Beberapa poin rekomendasi yang disampaikan antara lain: Pertama, Pelaporan Pengelolaan Dana Sekolah – Semua pengelolaan dana dan anggaran yang berasal dari komite sekolah harus dilaporkan secara menyeluruh.

Kedua, Klarifikasi dan Pemulihan Nama Baik – Klarifikasi harus dilakukan terkait isu-isu yang sudah mencuat di media massa dan media sosial.

Ketiga, emecatan Guru Honorer – Komisi V merekomendasikan agar sebanyak 19 guru honorer yang baru diangkat untuk diberhentikan.

“Saya minta klarifikasi dari Komite, Dinas PK, dan Kepala Sekolah,” kata Muhamad.

Keempat, Evaluasi Plt Kepala Sekolah – Kepala Dinas Pendidikan (Dinas PK) diminta untuk mengevaluasi kinerja Plt Kepala Sekolah SMK N 2 Kota Kupang dan segera mencari pengganti.

Kelima, Rapat Koordinasi Komite Sekolah – Komite Sekolah diminta segera melakukan rapat koordinasi, dan jika diperlukan, melibatkan Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambros Kodo, yang hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan, pihaknya akan mengikuti rekomendasi yang telah disampaikan oleh Komisi V DPRD NTT.

“Kami akan segera melakukan evaluasi terhadap Plt. Kepala SMKN 2 Kota Kupang sesuai dengan rekomendasi yang diberikan,” ujarnya.

Penulis: Ronis Natom

Dinas Pendidikan NTT DPRD NTT SMKN 2 Kota Kupang
Previous ArticleGerak Cepat Gubernur NTT 2025-2030 untuk Dorong Investasi dan Ekonomi Daerah
Next Article DPRD Nagekeo Gagal Gelar Penghormatan Jenazah Fransiskus Julu di Kantor Dewan

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.