Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman
KOMUNITAS

Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman

By Redaksi14 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
RD. Thomas Julivadis Tanto saat menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan sosialisasi katekese Sinode IV Keuskupan Ruteng di Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Sabtu, 14 Februari 2026 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – RD. Thomas Julivadis Tanto menegaskan, peran fasilitator katekese bukan sebagai penguji atau pengajar umat, melainkan sebagai sesama peziarah iman.

Penegasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan sosialisasi katekese Sinode IV Keuskupan Ruteng di Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurut rohaniwan Katolik yang sering disapa Romo Tanto tersebut, kecanggungan umat dalam berkatekese sering berkaitan dengan peran fasilitator.

Karena itu, fasilitator harus mengambil posisi sebagai pendengar dan pengatur alur katekese, bukan pengajar umat.

“Dalam proses katekese, fasilitator hendaknya menjadi pendengar, bukan guru yang sedang mengajar atau menguji umat. Dalam kaitan dengan kiat Sinodal kita semua berposisi sama yakni sebagai peziarah iman,” tegasnya.

Dalam pemaparan materinya, Romo Tanto juga menjelaskan, gagasan dasar dan semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng yang menjadi isi seluruh tema katekese Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini.

Ia menyebut terdapat sedikit perbedaan dalam katekese sinodal APP tahun ini, terutama pada tema pokok yang dibicarakan.

“Kalau sebelumnya empat pertemuan katekese itu membahas satu pokok tema, kali ini agak sedikit beda. Empat pertemuan itu masing-masing membahas tema yang berbeda untuk setiap kategori,” katanya.

Selain mempersiapkan para fasilitator katekese, ia juga mengajak umat agar tidak canggung memberikan masukan maupun harapan terkait Sinode IV Keuskupan Ruteng.

Menurut dia, masih ada umat yang merasa takut atau ragu untuk mengevaluasi maupun mengkritik pelayanan gereja.

“Saya tahu umat masih takut atau ragu-ragu untuk mengevaluasi atau memberikan kritik terhadap kekurangan gembala umat, baik berkaitan dengan kotbah atau juga pelayanan Pastoral lainnya,” kata Romo Tanto.

Ia berharap dalam proses sinodal sikap tersebut perlahan dapat dihilangkan sehingga kritik dan masukan yang baik dapat menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaiki kehidupan menggereja.

“Sinodal merupakan momen pertobatan. Yang tidak baik dibenahi, dan yang baik perlu kita rawat dan tumbuhkembangkan,” tutup Romo Tanto.

Ketua KBG St. Anna, Leo Cardis mengatakan, sosialisasi tersebut sangat penting karena para peserta bukan hanya memandu, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan dasar sebagai fasilitator, terutama terkait gagasan sinodal.

“Terima kasih untuk kesempatan berbagi pada hari ini,” kata Leo.

Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, RP. Bonivantuta Y. Lelo turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh fasilitator dari kelompok basis gerejani (KBG) maupun sekolah-sekolah.

Ia berharap materi yang diperoleh dapat menjadi rujukan dalam implementasi katekese di lingkungan masing-masing.

“Terima kasih untuk partisipasi kita semua,” kata Pater Bovan.

Kegiatan sosialisasi dan pembekalan tersebut juga dihadiri Vikaris Parokial RP. Rio Edison, OFM, para pengurus DPP-DKP paroki, para ketua KBG dan wilayah, guru agama dari seluruh sekolah di wilayah Paroki Karot, serta pengurus Stasi St. Padre Pio Kenda dan St. Antonius Padua Watu Alo. [VoN]

Manggarai Paroki Karot Ruteng
Previous ArticleWNA Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Labuan Bajo, Polisi Temukan Surat Wasiat
Next Article Krisis Ekologi sebagai Krisis Akal Sehat Manusia Modern

Related Posts

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.