Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Layanan Air Tidak Optimal, Warga Pulau Ende Sebut PDAM Tidak Ada Solusi
Regional NTT

Layanan Air Tidak Optimal, Warga Pulau Ende Sebut PDAM Tidak Ada Solusi

By Redaksi3 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bangunan penyulingan air laut menjadi air tawar di Pulau Ende yang dikelola oleh PDAM Ende (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, NTT keluhkan air minum hasil penyulingan air laut menjadi air tawar yang dikelola oleh PDAM Tirta Kelimutu Ende. Keluhan warga terkait layanan air yang sering mati.

Tidak maksimal pelayanan air minum ini membuat warga bereaksi dengan melontarkan sejumlah kritikan.

Salah seorang pelanggan di Desa Rendoraterua, yang diakui Muhammad, menjelaskan ia tidak dapat menikmati pelayanan PDAM secara optimal sejak pemasangan instalasi sambungan rumah (SR) baru-baru ini.

Padahal, ia berharap agar proyek APBN Tahun 2015 tersebut dapat dinikmati seluruh warga Kecamatan Pulau Ende.

Ia menyebutkan PDAM tidak memiliki solusi untuk menormalisasi air minum penyulingan.

“Kami selalu mendapatkan informasi yang tidak pasti. Dulu bilang kekurangan daya. Sekarang banyak alasan. Sepertinya tidak ada solusi yang lebih pasti,”katanya, Selasa siang.

“Kalau tidak keluar (air, red), apa solusinya. Kami kesulitan air karena harus beli di Kota Ende dan butuh biaya yang lebih besar lagi,” pungkas dia.

Camat Pulau Ende, Usman Husen, turut memberi komentar soal pelayanan air bersih yang kurang maksimal.

Ditemui belum lama ini di Aula Cita Rasa, Camat Usman menyebutkan sekitar 300 pelanggan telah dipasang instalasi SR. Pemasangan SR tersebar di 9 desa.

“Air penyulingan itu memang keluar tapi pelayanan masih terbatas. Terakhir ini justru tidak lancar keluar karena beberapa masalah. Ada masalah penampungan penuh tetapi tidak keluar. Ada juga satu bak terlalu kecil sehingga tidak disalurkan ke semua rumah warga,” kata Camat Usman.

Beliau berharap produksi air laut menjadi air tawar atau sea water reverse osmoses (SWRO) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Pulau Ende. (Ian Bala/AA/VoN)

Ende
Previous ArticleAir Terjun 3 Tingkat ini Belum Terdata di Dinas Pariwisata TTU
Next Article Banyak Pejabat Tersandung Korupsi, Aktivis Kecam Rezim Tote-Agas

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.