Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Festival Caci di Matim Bakal Digulir dan Digelar Setiap Tahun
Seni dan Budaya

Festival Caci di Matim Bakal Digulir dan Digelar Setiap Tahun

By Redaksi31 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua pemain caci di Toka Borong sedang adu ketangkasan (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kanisius Judin mengatakan Festival Caci bakal digulir dan digelar setiap tahun.

“Penyelenggaraan festival ini akan selenggarakan setiap tahun berdasarkan kesepakatan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” ucapnya di sela-sela kegiatan Festival Caci di Kampung Toka Kecamatan Borong, Selasa (30/07/2019).

Kadis Pariwista Matim, Kanius Judin (kiri) dan Kasi Promosi Dinas Pariwisata NTT, Hendrikus Harum (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Dikatakannya, Festival Caci saat ini sudah digelar untuk kedua kalinya. Tahun depan akan bergulir di setiap kecamatan yang ada di Manggarai Timur.

Para penari Caci di Kampung Toka (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Hal itu kata Kanisius, agar semua masyarakat lokal dapat merasakan kegembiraan dari pergelaran Festival Caci.

Dia menjelaskan, dampak dari festival itu tidak hanya membangun masyarakat Matim yang berbabis budaya, tetapi juga membangun ekonomi masyarakat setempat.

Para penari Caci di Kampung Toka (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Jadi tujuan akhirnya itu adalah mau melestarikan budaya dari generasi ke generasi. Budaya Caci ini tetap harus dipertahankan apapun yang terjadi,” imbuhnya.

Ibu yang tengah menari saat Festival Caci (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Di sini kan bisa bangun tempat kuliner dan ibu terselenggara berkat dukungan berbagai sponsor Bank NTT, BRI, BNI dan beberapa koperasi di Matim. Jadi setiap ini tahun merupakan program tetapnya kami,” tambahnya.

Ibu-ibu yang tengah menari saat Festival Caci (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Kanisius berharap, melalui festival ini masyarakat mampu mempertahankan budaya Caci secara turun temurun agar tidak hilang dan punah.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Seksi Promosi Wisata Dinas Pariwisata NTT Agustinus Harum menjelaskan, program provinsi ke depan menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, kata Agustinus, sangat perlu sinergisitas program antara provinsi dengan kabupaten.

Salah seorang tua adat sedang menari saat Festival Caci di Toka Borong (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Kalau pariwisata maju pasti semua sektor lain maju. Sehingga kita anggap pariwisata menjadi lokomotif bagi sektor lain. Nah festival hari ini adalah sebuah festival yang diselenggarakan salah satu kabupaten dan juga beberapa kabupaten lain,” ucapnya.

Oleh karena kata dia, tujuan penyelenggaraan Festival Caci itu, di samping sebagai upaya melestarikan budaya, juga mencegah arus globalisasi yang saat ini menembus lapisan masyarakat.

“Sehingga dengan festival ini anak-anak muda kembali mempraktikan dan mengikuti budaya kita sebenarnya. Dampak positif semua sektor bergerak. Sehingga ke depan festival ini tetap diselenggarakan dan kegiatan dalam rangka memperkenalkan Manggarai Timur, ke pentas dunia,” ucapnya.

Dia berharap, ke depan kalau festival itu terus diselenggarakan maka wisatawan tidak hanya di Labuan Bajo Manggarai Barat, tetapi juga ke Manggarai Timur.

Oleh karena itu kata dia, sangat diperlukan sinergitas pemerintah daerah dengan provinsi agar Manggarai Timur bisa seperti daerah lain.

Untuk diketahui, Festival Caci ini digelar selama 2 hari dari tanggal 30-31 Juli 2019 dengan melibatkan 20 penari caci dari setiap kecamatan.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Festival Caci Manggarai Timur
Previous ArticlePMKRI Kecam Relokasi PKL di Kota Kupang
Next Article STIE Oemathonis Kupang Lepas 136 Peserta PKN

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.