Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Begini Cara Transpuan di Sikka Rayakan HUT Proklamasi
HEADLINE

Begini Cara Transpuan di Sikka Rayakan HUT Proklamasi

By Redaksi17 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengibaran bendera Merah Putih oleh transpuan yang tergabung dalam Fajar Sikka (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Transpuan di Sikka tak mau ketinggalan dalam semarak HUT RI ke-75. Mereka menggelar apel di Pelataran Karya Misi Center, samping Gereja Katedral Maumere.

“Kami juga Indonesia. Kami ingin turut merayakan kemerdekaan dan ambil bagian dengan cara kami,” ungkap Ketua Fajar Sikka, Mayora kepada VoxNtt.com, Senin (17/08/2020).

Apel tersebut tidak hanya dihadiri oleh transpuan melainkan juga para janda dan keluarga transpuan.

Selain pengibar bendera, peserta upacara lainnya mengenakan busana adat perempuan.

Mayora menambahkan, transpuan belum merdeka sebagai manusia Indonesia. Di banyak daerah para transpuan masih mengalami diskriminasi.

Pengibaran bendera Merah Putih oleh transpuan yang tergabung dalam Fajar Sikka (Foto: Istimewa)

“Kita ini warga negara kelas kesekian. Teman-teman kami banyak yang mengalami persekusi dan kekerasan fisik,” terangnya.

Menurutnya, negara harus memperhatikan hak-hak mereka dan kaum marjinal lainnya termasuk buruh, tani dan kaum miskin.

Hal berbeda justru terjadi di Maumere, Sikka. Ia menyebut Sikka sebagai kabupaten/kota yang ramah transpuan.

“Terima kasih pemerintah dan masyarakat yang sudah menerima kami. Kami bahkan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan seperti program PKK dan lain-lain. Kami pun ingin berkontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Beberapa hari sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI juga, Mayora dan kawan-kawannya membagikan paket Sembako untuk anak stunting dan janda di Desa Habi.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleMengintip Ragam Perlombaan di Lingkungan Perumahan Sejahtera Oetalu
Next Article Masyarakat Adat Gelar Apel di Tanah Eks HGU Patiahu-Nangahale

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.