Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Wacana Presiden 3 Periode Terus Bergulir, Tokoh NTT: Itu Menampar Muka Jokowi
HEADLINE

Wacana Presiden 3 Periode Terus Bergulir, Tokoh NTT: Itu Menampar Muka Jokowi

By Redaksi3 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frans Kape
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com – Wacana masa jabatan presiden tiga periode hingga kini terus bergulir di NTT. Menanggapi hal itu, tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Kape ikut berkomentar.

Menurut dia, wacana tersebut sengaja digulirkan untuk kepentingan politik sekelompok orang yang merasa diuntungkan dari pemerintahan saat ini.

“Itu wacana. Desas-desus keinginan sekelompok orang. Menginginkan presiden tiga periode. Pertanyaannya, masa jabatan presiden tiga periode ini untuk apa dan untuk siapa?, “kata Frans Kape kepada VoxNtt.com di kediamannya, Senin (03/05/2021) malam.

Bahkan Frans Kape menyebut, dua periode presiden saja merupakan waktu yang cukup lama, apalagi tiga periode.

“Karena Jokowi sendiri sudah menyatakan tidak bersedia untuk berkuasa selama tiga periode, lalu mengapa wacana itu terus digulirkan?” ungkapnya.

Ia juga mengatakan wacana presiden tiga periode itu hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Kelompok tertentu ini kata dia, adalah kelompok mapan dan oligarki.  Menurut Kape, oligarki itu terbentuk melalui elaborasi antara pemodal dan penguasa.

“Makin lama suatu rezim berkuasa tentu semakin menguntungkan oligarki yang membayangi pemerintahan. Motif mereka adalah menjadikan kekuasaan sebagai jalan menumpuk kekayaan,” jelas Kape.

Frans Kape juga menegaskan, kalau wacana presiden tiga periode itu dipaksakan, maka negara ini kembali ke nuansa orde baru yang kuat dengan pengkultusan individu dan pemujaan kepada seorang tokoh.

“Tidak ada orang lain, hanya pak saja yang bisa. Maka pak itu bisa tiga, empat periode. Ini bahayanya. Ini kita mau mengkultuskan siapa? Jokowi nggak mau dia, lalu kita mau mengkultuskan siapa? Apa setan yang mau kita kultuskan itu,” ujarnya.

Bahaya dari pengkultusan individu seperti ini akan melahirkan pemerintahan yang antikritik dan bersifat represif.

“Yang paling berbahaya sampai pada tahap penindasan hak-hak sipil. Itu berbahaya. Dan menurut saya demokrasi itu mati, “katanya.

Konteks NTT

Dalam konteks lokal di NTT, Kape melihat wacana ini terus bergulir dengan tujuan memenuhi hasrat pragmatisme politik elit lokal. Aktor politik lokal yang merasa diuntungkan, kata dia, memanfaatkan kecintaan rakyat NTT terhadap Jokowi yang meningkat untuk meraup suara.

“Padahal Jokowi telah menyatakan bahwa dirinya tidak bersedia,” tuturnya.

Jadi menurut dia, jika ada orang NTT yang terus menggulirkan isu tersebut itu sama dengan menampar muka presiden Jokowi.

“Kalau ada di NTT yang memiliki niat Jokowi 3 Periode dengan alasan Jokowi baik, mereka itu yang menampar muka presiden Jokowi.”

Karena Jokowi dianggap baik oleh sebagian besar rakyat NTT, lanjut Kape, hal itu juga dimanfaatkan partai dan kelompok tertentu untuk mendapat simpatik rakyat pada pileg dan pilpres nanti.

Penulis : Tarsi Salmon

Frans Kape Jokowi Kota Kupang
Previous ArticlePMKRI dan GMNI Nilai Pemda Manggarai Tidak Memperhatikan Nasib Para Buruh
Next Article SMKN 3 Kupang Gelar Sekolah Tatap Muka, Para Pelajar dan Guru Patuhi Prokes

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.