Seorang wartawan itu harus setia kepada akal budinya untuk melahirkan wartawan yang memiliki kedewasaan dalam mempublikasikan informasi dari masyarakat.
Browsing: Markus Makur
Laurensius, Ayah mereka adalah seorang petani dan tukang ojek. Sesekali membawa kendaraan kalau orang butuh sopir.
PesanNya, pergilah! Pergilah! Keluarlah dari kenyamanan hatimu! Bertolaklah dari kenyamanan rumahmu.
Oleh: Markus Makur Koordinator Relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa NTT di Manggarai Timur Kamis, sekitar pukul 13.00…
Oleh: Markus Makur Awalnya saya bergelut di dunia tulis menulis dengan memilih profesi jurnalis, Januari 2004 di tanah kaya Merauke,…
Oleh: Markus Makur Religius Fransiskan, Penikmat dan Pencinta Budaya Manggarai, NTT, Pastor Frumens Gions, OFM mengatakan, “Sejauh saya tahu di…
Oleh: Markus Makur Saya tak akan lelah untuk berkeliling di pelosok sambil mengumpulkan cerita dan kisah humanis di kampung. Banyak…
Oleh: Markus Makur Selasa, 12 Oktober 2021, saya bersama Antonius Ndoen, relawan Kelompok Kasih Insanis Peduli Sehat Jiwa Kabupaten Manggarai…
Oleh: Markus Makur Entah siapa yang mengetuk pintu hati saya. Saya juga kurang tahu. Itu terjadi Senin, 20 Desember 2021…
Borong, Vox NTT- Markus Makur (43), seorang jurnalis di media KOMPAS.com dan The Jakarta Post tersentuh dengan keberpihakan dari seorang…
