Home / Berita Terkini / Miris, Jalan Reguler Pagomogo-Sorowea Rusak Parah
Inilah kondisi jalan reguler yang menghubungkan Desa Pagomogo, Desa Denadoa dan Desa Woedoa di Kabupaten Nagekeo, NTT (Foto: Ian Bala)

Miris, Jalan Reguler Pagomogo-Sorowea Rusak Parah

Nagekeo, Vox NTT-Jalan reguler yang menghubungkan Desa Pagomogo menuju Desa Woedoa, Sorowea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT memprihatinkan.

Jalur jalan tersebut belum dilakukan peningkatan oleh Pemda Kabupaten Nagekeo. Padahal, jalur ini pernah dijanjikan oleh Bupati Elias Djo dan Wakil Bupati Paul Nuwa Veto saat kampanye politik tahun 2013.

Kepala Desa Pagomogo, Adrianus Aha mengaku jalur tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Sejauh ini, Pemkab Nagekeo belum memperhatikan

“Ya, betul ini adalah janji politik pak Elias saat kampanye dulu. Tapi sampai saat ini belum terwujud,”katanya terpisah, Rabu (27/9/2017) pagi.

Kades Adrianus menjelaskan, jalur tersebut menghubungkan tiga wilayah administrasi desa yakni Desa Pagomogo, Desa Denadoa dan Desa Woedoa.

Ketiga wilayah ini, jelas dia, memiliki potensi hasil pertanian yang cukup. Sehingga sangat membutuhkan akses jalan yang layak.

“Saya kira sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat karena tidak didukung dengan akses transportasi yang baik. Kalau saja jalan baik dan tidak makan waktu lama pasti ekonomi kita meningkat,”jelas Kades Pagomogo.

Sementara terkait dengan akses jalan tani, ia menjelaskan sudah dilakukan pembangungan menggunakan dana desa.

“Kalau jalan tani tidak persoalkan karena dibantu dengan dana desa. Kita sudah membuka akses jalan tani. Hanya jalan reguler ini belum dilakukan peningkatan,”ujar Kades Adrianus.

Ia berharap, Pemkab Nagekeo dapat memenuhi janji-janjinya untuk meningkatkan infrastruktur jalan reguler sehingga kehidupan masyarakat dapat sejahtera.

“Jika tidak kondisi kita akan terus begini. Kita harap supaya bisa terwujud pada masa akhir jabatan,”imbuhnya.

Pantauan media ini pada Rabu pagi, kondisi jalan benar-benar memprihatinkan. Jalan yang dominan bebatuan membuat pengendara ekstra berhati-hati.

Belum lagi saluran air yang memakan badan jalan. Jika musim hujan tiba, air dapat mengikis bahu jalan. Hal ini dapat dilihat mulai dari pertigaan jalan negara hingga 2 kilometer menuju Kantor Desa Pagomogo. (Ian Bala/AA/VoN)

Komentar

comments

VOX Share Button

Check Also

Anggota DPRD Ende Mikhael Badeoda Serap Aspirasi Rakyat Roworena

Ende, Vox NTT- Anggota DPRD Ende, Mikhael Tani Badeoda melakukan reses III di Dusun Wolokaro, …