Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Polres Mabar Diminta Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Feliks Salut
HEADLINE

Polres Mabar Diminta Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan Feliks Salut

By Redaksi27 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga Korban didampingi Kuasa Hukum Irenius Surya saat sebelum bertemu Kapolres Mabar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Kepolisian resort Manggarai Barat (Polres Mabar) diminta segera mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan Feliks Salut di Desa Golo Sepang Kecamatan Boleng.

Feliks Salut yang adalah guru di SDN Terang ditemukan tewas di hutan oleh warga Golo Sepang pada 14 Januari 2017 lalu. Korban ditemukan setelah warga melalukan pencarian selama dua hari lamanya.

Istri Feliks Salut, Karolina Liha kepada VoxNtt.com, Rabu (27/9/2017) di Labuan Bajo menuturkan saat suaminya ditemukan tewas, tampak luka pada pelipis bagian kanan dan luka memar pada bagian badan lainnya.

“Melihat kematiannya (Feliks Salut) seperti itu, kami minta Polisi yang ada di lokasi saat itu untuk melakukan otopsi dan visum. Namun, pihak Polisi mengarahkan agar korban dibawa ke rumah,” tuturnya.

Dia mengaku Feliks meninggalkan rumah pada Jumat,13 Januari 2017 sekitar pukul 14.00 Wita.

Keluarga tidak mengetahui persis korban meninggalkan rumah.

Kebiasaan korban setiap harinya pada pukul 17.00 Wita sudah harus berada di rumah. Namun sayangnya, saat ajal menjemputnya kala itu korban tidak pulang.

“Karena tidak pulang, keluarga dan warga Golo Sepang melakukan pencarian dari malam hingga pagi. Namun,tidak ditemukan,” ungkapnya.

Feliks Salut baru ditemukan warga pada Sabtu, 14 Januari 2017 pukul 14.00 Wita.

Keluarga saat itu menginginkan agar jasatnya untuk dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit.

Namun,pihak Polisi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyarankan agar korban diantar ke rumah.

Karolina menambahkan pihak keluarga selama tiga hari lamanya menunggu Polisi agar diotopsi.

Pihak kepolisian yang diwakili oleh Nanang dari Polsek Nggorang menyampaikan jika diotopsi, keluarga harus menyiapkan Rp 150 juta.

“Kami tidak punya uang sebanyak itu saat itu dan kami tetap menginginkan agar diotopsi,”tuturnya.

Keluarga Feliks Salut, Petrus Pato mengatakan sampai saat ini tidak menerima kematian saudara mereka.

Sehingga pada 15 September 2017 lalu, pihaknya kembali melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan itu kepada pihak Polres Mabar.

“Kami sudah melapor itu ke Pihak Polres Mabar.Kami berharap agar pihak Polres segera mengungkap pelaku pembunuhan itu,” harap Pato.

Kuasa Hukum Keluarga, Irenius Surya mengaku pihaknya sudah menyerahkan sejumlah bukti foto korban saat ditemukan tewas kepada Polres Mabar. (Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleAlasan Sakit, Bupati Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi
Next Article Miris, Jalan Reguler Pagomogo-Sorowea Rusak Parah

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.