Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sejumlah Areal Persawahan di TTU Gagal Panen
Regional NTT

Sejumlah Areal Persawahan di TTU Gagal Panen

By Redaksi27 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPBD TTU, Yohanes Bani
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT– Tanaman padi sawah milik petani sekitar 9 desa di wilayah kecamatan Biboki Anleu serta sejumlah desa di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami gagal panen.

Kondisi ini terjadi lantaran curah hujan rendah, hama penyakit dan angin kencang.

“Wilayah pantai utara seperti Ponu dan Kaubele gagal panen. Di Ponu ada 9 desa tidak panen dan di Kaubele ada sebagian tidak panen,” ungkap Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Yahones Bani saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (27/9/2017)

Bani menjelaskan hasil panen tahun ini hanya 50 karung per hektare. Padahal idealnya 90 karung per hektare.

Menurut Bani, dampak angin kencang selama ini juga dirasakan petani di wilayah Kecamatan Miomaffo Timur, dimana sebagian tanaman padi dan jagung mengalami gagal panen.

Terpisah, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes saat ditemui VoxNtt.com di gedung DPRD usai sidang pembahasan anggaran mengaku sudah mengetahui adanya gagal panen akibat curah hujan yang rendah tersebut.

Guna mengatasi hal tersebut,tambah ketua DPC PDIP Kabupaten TTU tersebut,dirinya sudah memerintahkan BPBD untuk melakukan pendataan guna diberikan bantuan.

“Kita masih tunggu datanya,kalau data riil sudah ada maka kita akan turunkan bantuan,” jelas Bupati TTU dua periode tersebut. (Eman Tabean/AA/VoN)

TTU
Previous ArticleMiris, Jalan Reguler Pagomogo-Sorowea Rusak Parah
Next Article DPRD Ancam Gulirkan Pansus Terkait Proyek Jalan Rp 10 Miliar di TTU

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.