Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Kopi dan Rindu (Ontologi Puisi Vety Putry)
Sastra

Kopi dan Rindu (Ontologi Puisi Vety Putry)

By Redaksi30 September 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Felisitas Yosli Putry

Renta

Hariku bukan hari yang mudah

Mengadu tangan dengan kerasnya tanah

Fisikku mulai renta

Aus termakan waktu

Letihku perlahan terbayar

Saat masa itu datang

Lautan bunga putih

Nan elok dipandang mata

Bunga yang membawa aroma dan harapan

Buah merah akan segera datang

Kunanti penuh cinta

Kubingkai dalam doa

“Sudah kurawat engkau, maka jangan pupuskan harapanku”

Si merah perlahan muncul bersembunyi di balik daun…

Sungguh…

Letihku terbayar

Sederet goni berisi merah

Merah akan menyambung hidup

Puas ini terulang tiap musimnya

Entah mengapa kian menyala dan tak pernah padam

Kini….

Bisa kujawab

Mengapa aku renta tapi tetap semangat

 

Tentang Kopi dan Rindu

Hitam pekat dibalut cangkir

Bermahkota uap putih

Kopi…

Mengajarkanku tentang pahit yang nikmat

Pahit yang membawaku pada rindu dan senja

Rindu pada rasa yang kusebut unik

Pengecap mengatakan itu pahit

Tapi tetap saja kusebut nikmat

Pahit berbingkai tawa dan ketenangan

Pahit membungkus senjaku menjadi hangat

Ah…

Entah sejauh mana kaki melangkah

Selalu terselip rindu untuknya

Dia adalah senjaku di kota dingin

 

Senja Itu

Bukan sekedar meneguk lalu hilang

Ini tentang rindu dan cerita yang terlarut bersamanya

Cerita saat senja datang

Dan dingin menusuk tulang-tulangku

Dia membawa rasa yang kusebut hangat dan tenang

Letih yang kupunya

Seakan hilang bersama hitamnya

Aromanya memanggil mereka mendekat

Dia melekat erat dengan tawa yang kami punya

Disenja itu…

Dia menyimpan memori

Tentang senja yang menjemput bintang

Tentang riuh siang yang menjadi malam tenang

Ah… sudah kukatakan

Dia bukan sekedar meneguk lalu hilang


Felicitas Yosli Putri adalah gadis kelahiran Colol, Matim pada tanggal 24 September 1995. Sekarang sedang berkuliah di jurusan kedokteran hewan, Institut Pertanian, Bogor.

Previous ArticleDiserang Hama, Petani di Matim Terancam Gagal Panen
Next Article PON Berakhir, NTT Borong Tujuh Emas

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.