Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Mentan: 1.000 Ha Sorgum dan Pasarnya Akan Dikembangkan di NTT
NASIONAL

Mentan: 1.000 Ha Sorgum dan Pasarnya Akan Dikembangkan di NTT

By Redaksi13 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi Sorgum (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya pengembangan sorgum di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu pangan lokal di daerah ini. Dukungan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai salah satu makanan pokok nasional.

Hal itu terungkap saat pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Penggagas dan Pendamping Budidaya Sorgum di Flores, Maria Loretha, seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (10/10).

Pertemuan tersebut membahas pengembangan komoditas sorgum sebagai pangan pokok masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores Timur, lembata, Manggarai Barat, Sumba Timur dan Ende.

Mentan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sorgum tersebut di lahan marginal dan menjadi pangan pokok masyarakat setempat, sehingga masyarakat tidak bergantung padi beras.

“Pengembangan sorgum harus terus dikembangkan sebagai pengganti terigu, pakan ternak dan salah satu bahan pangan untuk melakukan penganekaragaman pangan,” katanya.

Menurut dia, tahun ini akan segera dikembangkan 1.000 hektar Sorgum dan pasarnya akan disiapkan juga.

Maria Loretha menyatakan, siap mengembangkan sorgum tersebut sebab, di Flores Timur, Lembata, Manggarai Barat, Sumba Timur dan Ende serta daerah lain yang ada di NTT tersedia banyak lahan marginal yang cocok untuk budidaya komoditas pangan tersebut.

Menurut dia, pihaknya melakukan pengembangan sorgum sejak 2007 bersama Yayasan Kehati dan Yaspensel. Pengembangan sorgum tersebut tidak dengan sistem Demonstrasi Plot (Demplot) namun langsung turun aksi bersama masyarakat petani yang memiliki lahan marginal yang tidak bisa ditanami padi, jagung dan komoditas pangan lainnya.

“Sorgum yang kami kembangkan sampai saat ini tidak menggunakan pupuk tapi menggunakan air alami saja. Air tersebut membawa unsur hara alami yang menyuburkan lahan dan untuk kebutuhan tanaman. Padahal lahan itu sudah ditanami sorgum berkali-kali,” ujarnya.

Flores Timur
Previous ArticleDi Brazil Gagal Panen, Permintaan Kopi Indonesia Meningkat
Next Article Pemkab Matim Beri Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.