Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sambut Baru ‘Kelabu’ di Desa Galang, Mabar
NTT NEWS

Sambut Baru ‘Kelabu’ di Desa Galang, Mabar

By Redaksi13 Oktober 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto: Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mabar, VoxNtt.com-Dugaan pengeroyokan terjadi di Pau, Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (10/10) . Persitiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 wita ini, berlangsung di  rumah Arnoldus Antong saat acara syukuran sambut baru (komuni pertama) anaknya.

Dalam catatan kronologis yang diterima VoxNtt.com, kejadian ini bermula ketika salah satu terduga Hilarius Harung (HH), memberikan salaman keliling kepada semua tamu undangan termasuk bersalaman dengan Elisabet Jiji, istri dari salah satu korban penganiayaan.

Pada saat bersalaman dengan Elisabet, HH melemparkan tuduhan bahwa suaminya melakukan penggembosan ban sepeda motor milik anaknya.

Menerima tuduhan tersebut, Elisabet kaget dan langsung mencari suaminya, Siprianus Datul  yang pada saat itu  sedang berkeliling memberikan ucapan selamat kepada anak-anak sambut baru di kampung itu.

Dalam perjalanan, ia dibantu saudara Hendrikus Mandus yang juga pada saat itu sedang merayakan acara anaknya yang sambut baru .

Setelah bertemu dengan Sang suami, Hendrikus Mandus pun mengantar Siprianus Datul ke rumah Arnoldus Antong, yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara (TKP) insiden tersebut.

Begitu memasuki rumah, saudara Hilarius Harung (HH) bersama Anus Maun (AM) langsung menyerang ke arah keduanya (Siprianus Datul dan Hendrikus Mandus).

Kedua korban sempat memberikan perlawanan, tetapi karena jumlah penyerang terlalu banyak, keduanya melarikan diri keluar rumah. Namun seperti sudah direncanakan, Stefanus Mastu (SM) yang tadinya berada di dalam rumah, berlari keluar untuk mencabut kayu pagar pembatas rumah  untuk diberikan kepada HH.

Selain memberikan kayu jenis gamal kepada HH, Stefanus juga mengambil sebilah bambu  pagar untuk memukul Hendrikus Mandus (HM) ke arah kepala. HM sempat menahan pukulan tersebut dengan tangan yang mengakibatkan tangan kanannya luka parah dengan lima jahitan.

Tak hanya itu, pada saat bersamaan saudara HH dan AM juga memukul HM dengan kayu gamal yang diberikan Stefanus Mastu ke arah mulut dan kepala. Akibat pukulan itu, HM sempat terjatuh dan pingsan seketika.

Seketika itu juga, AM bersama rekannya yang lain Matias Papur dan SM, menyerang saudara Siprianus Datul, dengan kayu gamal yang menyebabkan kepala dan tangannya mengalami memar.

Kala kejadian ini berlangsung, Agustinus Ndarung (AN) yang hendak memberi salaman ke rumah Arnoldus Antong berniat untuk melerai. Namun, AN malah mendapat pukulan Maksimus Narung yang baru datang dari arah Galang (Arah Barat TKP). Maksimus memukul AN ke arah kepala yang mengakibatkan korban terjatuh. Kepalanya bengkak dan memar.

Pada saat penyerangan ini, ibu-ibu yang berada di sekitar lokasi kejadian hanya mampu menangis dan berteriak minta tolong dari orang-orang sekitar. Suara tangisan para ibu-ibu ini akhirnya terdengar di tengah semarak pesta sambut baru di kampung itu.

Saat warga mulai berbondong ke lokasi kejadian, pelaku melarikan diri dari TKP.

Persitiwa sadis ini telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Lembor. Sampai saat ini VoxNtt.com belum mendapat konfirmasi dari kepolisian setempat.

Crew kami juga sempat menelpon beberapa pelaku yang nomornya didapat dari warga Pau, namun sampai saat ini nomor HP mereka berada di luar jangkauan. Hingga berita ini diturunkan, kami masih mencoba menghubungi pelaku untuk diminta konfirmasi terkait kejadian tersebut. (Kontributor: AN/ VoN)

 

 

 

Manggarai Barat
Previous ArticlePemkab Matim Beri Bantuan Kepada Korban Kebakaran
Next Article Investor Bidik Pembangunan Dermaga Bertaraf Internasional di Labuan Bajo

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.