Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Aktivis Mahasiswa Sebut Kapolres Manggarai Takut Hadapi Demonstran
HEADLINE

Aktivis Mahasiswa Sebut Kapolres Manggarai Takut Hadapi Demonstran

By Redaksi20 Oktober 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com– Puluhan aktivis gabungan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai  geram lantaran Kapolres AKBP Totok Mulyanto tak mau menemui mereka saat demonstrasi di Ruteng, Kamis, (20/10/2016).

Demonstrasi puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam wadah Cipayung Manggarai  ini merupakan agenda terencana untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Joko Widodo dan Yusuf Kalla, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Kristian Nanggolan dalam orasinya menyatakan, Cipayung Manggarai mengutuk dan mengecam sikap Kapolres Totok yang tidak mau menemui para mahasiswa.

Ia mengatakan, sejumlah aktivis Cipayung Manggarai ingin bertemu Kapolres untuk memintai klarifikasi terkait mandeknya penanganan berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani instasi ini.

Selain itu, mereka juga ingin berdialog dengan Kapolres Totok terkait indikasi praktek pungli di tubuh Polres Manggarai.

Namun sayang, usai melobi hingga menunggu hampir satu jam di luar kantor Mapolres,  keinginan aktivis Cipayung ini kandas lantaran Kapolres Totok tak kunjung keluar ruangan.

“Ada begitu banyak kasus korupsi di Manggarai dan Manggarai Timur yang diduga terendap tanpa penyelesaian hukum yang jelas oleh Polres Manggarai. Kami datang untuk mendengar langsung penjelasan Kapolres,” ujar Kristian dalam orasinya.

Kristian menyebut, misalnya, kasus pemalsuan APBD Manggarai Timur tahun 2012, kasus SPPD fiktif pada Dinas Bappeda Manggarai, dan lain-lain. Selain itu, ada indikasi praktek pungli dalam operasi ketertiban kendaraan bermotor oleh unit lantas Polres Manggarai.

Bahkan tak canggung-canggung para mahasiswa itu menyebut bahwa kinerja Kejaksaan Negeri Ruteng jauh lebih bagus ketimbang Polres Manggarai.

Menurut mereka, beberapa waktu terakhir Kejari Ruteng sudah berhasil menetapkan tersangka kasus Alkes Manggarai Timur dan korupsi dana Blog Grand SMP Negeri 6 Langke Rembong.

“Sementara Polres Manggarai di mana keberhasilan? Kejari Ruteng jauh lebih bagus,” ujar Kristian.

Senada dengan Kristian, dalam orasinya Martinus Abar, Ketua GMNI Cabang Manggarai menyatakan, sikap Kapolres Totok yang tak mau menemui para mahasiswa merupakan sebuah sikap takut pimpinan lembaga itu.

Ia menduga ada hal yang sengaja ditutup-tutupi oleh Kapolres Manggarai dalam penanganan kasus korupsi dan indikasi adanya pungli yang ada di internal Polres.

“Saudara-saudari sekalian di tempat sejarah pahlawan Manggarai Motang Rua yaitu lapangan Motang Rua ini, kita mengutuk dan mengecam sikap Kapolres yang tak mau menemui kita,” ujar Martinus.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Manggarai, Simon Jeo saat menemui para demonstrans menjelaskan, Kapolres Totok sedang bertugas di Jakarta.

“Kami juga akan menelusuri sejauh mana ada indikasi pengutan liar. Kalau boleh berikan data-data tertulis terkait pungutan liar itu supaya kami akan memeriksa unit yang telah melakukannya,” tegas Simon.

Usai mendengar penjelasan Simon, seraya kesal sejumlah aktivis Cipayung kemudian melanjutkan demonstrasi mereka di kantor bupati Manggarai. (AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleBelum Ada Regulasi, 303 Potensi PAD Mabar Tidak Terurus
Next Article Sempat Mangkrak, Pembangunan Pasar Borong Kembali Dilanjut

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.