Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Desa Warloka, Mabar Minta Jalan dan Air Bersih
HEADLINE

Warga Desa Warloka, Mabar Minta Jalan dan Air Bersih

By Redaksi25 Oktober 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Akibat kondisi jalan yang rusak ini,  maka akses transportasi darat untuk kendaraan baik bermotor atau mobil sangat sulit. Warga dari kampung lain yang hendak mengikuti pasar mingguan di Warloka yang dibuka setiap hari Selasa itu terpaksa harus berjalan kaki dengan memikul  barang dagangan mereka

Labuan Bajo, VoxNtt.com-Warga kampung Warloka, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, meminta pemerintah kabupaten  Manggarai Barat agar jalan menuju kampung tersebut segera diaspal.

Pasalnya,  hingga saat ini jalan menuju kampung ini masih jalan tanah yang kondisinya juga  semakin parah karena banyak rusak.

Demikian disampaikan tua golo Golo Warloka, Arsad Kasim kepada VoxNtt.com di Warloka, Sabtu (23/10) pekan lalu.

Dikatakannya,  askes transportasi darat dari dan ke Warloka masih sangat sulit karena jalan menuju kampung Warloka  kondisinya rusak parah.

Kerusakan yang paling parah, jelas Arsad,  adalah sepanjang  tiga kilometer yaitu cabang kampung Kenari menuju Warloka.

“Akibat kondisi jalan yang rusak ini,  maka akses transportasi darat untuk kendaraan baik bermotor atau mobil sangat sulit. Warga dari kampung lain yang hendak mengikuti pasar mingguan di Warloka yang dibuka setiap hari Selasa itu terpaksa harus berjalan kaki dengan memikul  barang dagangan mereka,”ungkap Arsad.

Dia menjelaskan, bahwa akses menuju Warloka  dari Labuan Bajo ibukota Manggarai Barat selain jalan darat bisa juga menggunakan  kapal motor selama kurang lebih 1,30 menit. Hanya saja lebih lancar bila dengan menggunakan jalan darat kalau kondisi jalannya baik.

“ Jalan ini, kami sering usulkan ke pemerintah namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Meski sesekali kendaraan umum bisa tembus masuk ke Warloka, tapi itu disaat musim kering  saja. Sedangkan kalau musim hujan akses ke Warloka lumpuh total,”jelasnya.

Untuk akses jalan darat menuju Warloka, demikian Arsad,  ada dua alternatif yaitu bisa lewat Nggorang-Translok-Lemes-Kenari-Warloka, dan bisa juga melalui Labuan Bajo-Nanga Nae-Kenari-Warloka.

Untuk jalur Nggorang jalan aspalnya baru lewat kampung lemes, tapi sebagian jalan  tersbut ada yang sudah rusak. Sedangkan jalur Labuan Bajo jalan yang sudah dihotmiks baru sampai Nanga Nae.

Dia juga mengatakan, jarak Labuan Bajo-Warloka kurang lebih 30-an kilometer, namun sampai sekarang akses jalan daratnya sangat sulit karena kondisi jalannya banyak yang rusak.

Selain masala jalan, tua golo Warloka Arsad Kasim mengatakan, bahwa persoalan yang dihadapi warga Warloka adalah masalah air bersih. Menurut dia,  warga setempat juga sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk kebutuhan air minum mereka harus beli dari Labuan Bajo dengan harga Rp.10.000 per jerigen, sedangkan kalau untuk mandi dan cuci menggunakan air sumur.

Dikatakannya,  sebenarnya di Warloka ada dua sumber air yang bisa di manfaatkan untuk kebutuhan warga Warloka, yakni wae Golo Toe dan wae Cerek.

Terkait  masalah air bersih ini juga pernah kami usulkan ke pemerintah Manggarai barat agar bisa dibuatkan jaringan pipa menuju kampung Warloka. Namun usulan tersebut belum ada realisasinya.

“Jadi untuk sementara  dua hal ini yang kami butuhkan  dan menjadi prioritas diperhatikan oleh pemerintah yaitu masalah jalan dan air bersih.  Kami sangat butuh sekali jalan menuju Warloka diaspal. Demikian juga air bersih agar dibuatkan jaringan air pipa  dari sumber air golo Toe atau dari wae Cerek,”ujarnya. (Eyo/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleGelar Pilkades Serentak, Pemkab Manggarai Gelontorkan Dana Rp 700 Juta
Next Article Meriahkan Hut Ke-71 Dandim Ruteng Gelar Turnamen Volly

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.