Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Isu SARA Dalam Pilkada Mengancam Keutuhan Bangsa
HEADLINE

Isu SARA Dalam Pilkada Mengancam Keutuhan Bangsa

By Redaksi29 Oktober 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Seorang perwakilan Aktivis Rumah 98, Bernard Haloho, kepada VoxNtt.com, pada Jumat, (28/10), mengatakan isu SARA menjadi hal yang perlu disikapi secara bijak. Jika tidak, menurut dia, keutuhan bangsa menjadi tidak aman.

Jakarta,VoxNtt.com-Belakangan ini, bangsa kita sedang diuji komitmen dan rasa kebangsaan dengan adanya berbagai isu dan fenomena  Suku, Ras, Agama dan Golongan (SARA).

Seiring dengan prosesi menuju perhelatan prosedural demokrasi, terutama dalam kaitannya dengan Pilkada yang akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang. Salah satunya dengan adanya pihak-pihak yang menyeret publik pada isu SARA.

Hal itu disampaikan perwakilan aktivis 98 yang tergabung dalam Perkumpulan Rumah 98 dalam konferensi pers, di Jakarta, (28/10).

Acara yang dikemas dalam dialog kebangsaan itu dihadiri berbagai tokoh dan aktivis 98, diantaranya Masinton Pasaribu, Noel, Sayid Juniadi, Bernard Haloho, Wahab Talaohu dan Anton.

Pada momentum Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2016 kemarin, Rumah 98 menegaskan menolak segala bentuk isu yang akan mencederai kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seorang perwakilan Aktivis Rumah 98, Bernard Haloho, kepada VoxNtt.com, pada Jumat, (28/10), mengatakan isu SARA menjadi hal yang perlu disikapi secara bijak. Jika tidak, menurut dia, keutuhan bangsa menjadi tidak aman.

Menurutnya, untuk meredam fenomena SARA, dibutuhkan semangat bersama elemen bangsa untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada seluruh warga bangsa.

“Untuk meredam isu SARA, semua elemen bangsa seperti komunitas Rumah 98 agar menyuarakan secara massif, bahwa isu SARA tidak boleh dijadikan alat politik untuk mencapai tujuan apa pun. Dan saya pikir, tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum muda dan tokoh pergerakan memiliki semanagat yang sama untuk bisa meredam isu dan fenomena ini”, tegas Bernard.

Lanjut dia, isu SARA yang dihembuskan pasca Pemilu hanyalah konsep yang dikondisikan oleh sekelompok orang yang ingin mencapai kepentingan tertentu.

“Ini ada pengkondisian yang dilakukan oleh sekelompok elit. Kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa cara-cara yang dilakukan oleh kelompok elit tertentu tidak benar dan membahayakan kehidupan sosial masyarakat”, ungkapnya.

Oleh karena itu, Rumah 98 mengajak segenap warga bangsa untuk tetap terlibat aktif dalam menjaga roh kebangsaan NKRI.

Dengan demikian, Rumah 98 menyatakan sikap untuk meredam berbagai isu dan fenomena SARA yang muncul akhir-akhir ini, diantaranya mengutuk dan menolak segala macam bentuk isu SARA.

Dengan semangat kesatuan dibawah rumah Pancasila, Rumah 98 secara tegas mendukung pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam menegakkan hukum dan bertindak tegas terhadap segala macam bentuk aksi Anarki.

Rumah 98 menghimbau kepada setiap tokoh Agama dan masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif, serta menegaskan kepada elit politik untuk tidak menggunakan isu SARA demi tujuan politik jangka pendek. (Ervan Tou/VoN)

 

 

 

 

Previous ArticleBW Puji Rudi Soik Bongkar Mafia Human Trafficking Dalam Institusi Polri
Next Article Prasasti Damai di Pilkada DKI

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Benny Harman Dorong Pembentukan Lembaga Independen Pengelolaan Hasil Perampasan Aset

7 April 2026

Benny Harman: Kasus Penyiraman Andrie Yunus Bukan Pidana Biasa

5 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.