Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Bumi Air Mata (Ontologi Puisi Feliks Hatam)
Sastra

Bumi Air Mata (Ontologi Puisi Feliks Hatam)

By Redaksi6 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Memori Kelabu

Jengkrit dalam sunyi bernyanyi

Kunang-kunang membawaku dalam harap

Dia isnpirasi tanpa ketergantungan, semoga

 

Hati resah bukan pasrah

Langkah henti bukan malas

Puasa suara, bukan habis gagasan

 

Tertegun dalam gelap

Mencari inspirasi di bawah purnama

Rembulan sedikit memisahkan gelap

 

Sinarmu, kesetian sang mentari

Kutitipkan doa pada Pemilikmu

Berharap mengutus penguatku  kini

 

Teras rumahku adalah saksi

Pelita mengusik air mata dalam gelap

Tersipuh sedih yang hampa

 

Memori kembali menepi

Dia menguatkan. Sungguh.

Hingaa tubuh tercabik-cabik

Hati teriris

 

Air mata menghujani pipi

Teringat masa lalu yang amat rapuh

Dari huniku untukmu

 

Hadirkan kebaikan dalam hidupmu

Pastikan langkah dan aksimu mulia

Matangkan katamu, benarkanlah sikapmu

 

Air Mata Bumi

Biarlah bumiku menikmati embun pagi

Jangan biarkan tanganmu melukainya

Biarlah bumiku mengalirkan air yang berlimpah

Jangan biarkan cara yang membawa gersang

Ini air mata bumi

Tanda untuk bumi air mata, kelak

 

Caci

Menyapa, memanggil, menanam dan mempersatukan

Caci, menari dalam alunan gong dan gendang

Caci, tertulis dalam lembaran kitab adat

Caci, memberi arti setiap gerak

Caci, memberi cerita setiap peristiwa

Caci,  memperkaya pesona tanah lahir, hidup dan mati

 

Caci memerangi kemapanan

Caci  memekarkan keindahan

Menyatukan jiwa-jiwa insan kelana

Caci,  meraya dalam nusantara

Cemeti, melukis keberanian mengundang ketabahan

Tameng, membuka kesetian pada kaki yang berpijak

Larik saksi akan Langit yang melindugi

Melambungkan syukur pada Yang Esa.


*) Penulis adalah alumnus pendidikan Teologi STKIP St. Paulus Ruteng, sekarang tinggal di Ruteng.  E.mail: [email protected] /[email protected]

 

Previous ArticleMahasiswa STIKes CHMK Bagi Kelambu Gratis di Desa Obeng
Next Article Di Hari Minggu, Tokoh Lintas Agama Berdoa Untuk Keselamatan Bangsa

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.